Skip ke Konten

Banyak yang Gagal Karena Ini! Wakil Rektor III IAIN Parepare Bongkar Mentalitas ‘Tunggu Sempurna’

3 Maret 2026 oleh
Humas IAIN Parepare
Humas IAIN Parepare-Wakil Rektor III IAIN Parepare, Dr. M. Ali Rusdi, M.Th.I.  menekankan pentingnya keberanian mengambil momentum dan tidak terjebak dalam pencarian kesempurnaan semu saat menyampaikan kultum Zuhur hari ke-12 Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Al-Wasilah, IAIN Parepare.

Dalam tausiahnya, ia mengingatkan bahwa kebiasaan menunda peluang demi menunggu momen yang dianggap sempurna kerap menjadi penghambat utama kemajuan. Untuk memperjelas pesannya, ia mengisahkan tamsil seorang murid di taman bunga yang gagal memetik satu pun bunga karena terus mencari yang terbaik hingga sampai di ujung jalan dengan tangan hampa.

“Dunia tidak menyediakan kesempurnaan mutlak. Jika kita hanya menunggu sempurna, yang ada hanyalah angan-angan tanpa tindakan,” tegasnya di hadapan civitas academica.

Pesan tersebut secara khusus diarahkan kepada dosen muda dan mahasiswa. Menurutnya, setiap amanah dalam jabatan struktural maupun organisasi kemahasiswaan adalah kesempatan berharga yang memiliki batas waktu. Kesempatan itu tidak boleh ditolak hanya karena merasa belum siap atau takut pada kekurangan diri.


Ia juga menegaskan bahwa mundur dari tanggung jawab mencerminkan ketidaksiapan menghadapi persoalan. “Sejarah mencatat, mereka yang gagal memanfaatkan momentum akan tertinggal dan menyesal di kemudian hari,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengutip kaidah yang menyatakan bahwa sesuatu yang tidak bisa diraih seluruhnya tidak boleh ditinggalkan seluruhnya. Prinsip tersebut dinilainya relevan bagi mahasiswa agar tetap berupaya menyelesaikan tugas meski dalam keterbatasan, daripada menyerah sebelum mencoba.

Selain pesan akademik, ia turut menyelipkan refleksi sosial mengenai relasi antarmanusia dan pencarian pasangan hidup. Mengutip pepatah Arab, ia menyampaikan bahwa siapa pun yang mencari kawan atau pasangan tanpa cacat akan hidup sendiri selamanya, sebab kesempurnaan justru terletak pada kesiapan menerima kekurangan.

Menutup ceramahnya, Dosen Fakshi tersebut mengajak para pendidik untuk tidak berhenti pada peran sebagai pengajar, tetapi naik kelas menjadi pendidik inspiratif yang mampu mengubah pola pikir mahasiswa dan memantik semangat mereka untuk terus berkembang serta memberi dampak nyata bagi lingkungan sekitar.

Kontributor : Tasrif

Editor  ​     : Suhartina

di dalam Berita
Tim Penyusun Perak Distribusikan Buku Peraturan Akademik ke Fakultas dan Lembaga