Humas IAIN Parepare – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Parepare menggelar prosesi Yudisium Sarjana bagi 57 lulusan pada, Kamis (22/1/2026). Bertempat di ruang seminar FEBI, prosesi ini menjadi momen sakral pengukuhan gelar bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian studi akademik mereka. Acara tersebut dihadiri secara langsung oleh jajaran pimpinan fakultas, mulai dari para Wakil Dekan, Kepala Bagian Tata Usaha, hingga para Ketua Program Studi di lingkup FEBI IAIN Parepare.
Rangkaian prosesi diawali dengan pembacaan lampiran Surat Keputusan (SK) mengenai nama-nama lulusan oleh Kepala Bagian TU, Sunandar, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan berita acara yudisium oleh Wakil Dekan I, Andi Bahri. Dalam suasana yang khidmat, peserta yudisium secara resmi dinyatakan berhak menyandang gelar sarjana. Keberhasilan ini menandai tuntasnya perjuangan panjang para mahasiswa di ruang perkuliahan.
Dekan II, Damirah, dalam pesan akademiknya memberikan penekanan khusus pada tanggung jawab moral yang melekat pada setiap lulusan ekonomi. Ia mengingatkan bahwa gelar sarjana bukan sekadar atribut, melainkan kompetensi yang harus dipertanggungjawabkan di dunia kerja, terutama dalam bidang akuntansi dan finansial. "Jangan berhenti belajar. Kembali buka materi-materi dasar karena di dunia kerja Anda akan langsung dihadapkan pada tanggung jawab laporan keuangan dan mata anggaran," tegas Damirah di hadapan para yudisium.
Selain kompetensi teknis, Damirah juga menyoroti aspek etika sebagai kunci utama kesuksesan karier. Ia menekankan bahwa kecerdasan intelektual tidak akan bermakna tanpa adab yang baik, baik kepada orang tua, rekan kerja, maupun almamater. Ia berpesan agar para alumni tetap rendah hati dan menjaga integritas di mana pun mereka berada. Menurutnya, lulusan dengan etika yang baik cenderung memiliki peluang lebih besar untuk dipercaya dalam dunia profesional dibandingkan mereka yang hanya mengandalkan nilai akademik semata.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Dekan I, Andi Bahri, memberikan motivasi mengenai pentingnya merancang strategi masa depan.
"Pencapaian sarjana hari ini adalah perwujudan dari cita-cita yang Anda tanamkan lima tahun lalu. Jika dalam siklus lima tahun hidup seseorang tidak ada pencapaian baru, maka jangan harap ada perubahan berarti dalam hidupnya. Sekarang saatnya Anda merancang lompatan untuk lima tahun ke depan," ungkapnya
Pada kesempatan tersebut, ia juga membagikan kabar gembira mengenai peningkatan akreditasi program studi yang diharapkan menjadi modal kuat bagi para alumni untuk bersaing secara kompetitif.
Lebih lanjut, Andi Bahri menekankan tiga prinsip utama bagi para alumni, yaitu trust (kepercayaan), kebermanfaatan, dan prinsip Siri’ (harga diri). Ia berharap lulusan FEBI tidak hanya terfokus mengejar karier di perkotaan, tetapi juga bersedia menjadi penggerak ekonomi di pelosok daerah melalui pemberdayaan masyarakat. Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan, fakultas juga memberikan rekomendasi bagi lulusan yang ingin melanjutkan studi ke jenjang Magister (S2) di Pascasarjana IAIN Parepare.
Prosesi yudisium diakhiri dengan doa bersama sebagai bentuk syukur atas keberhasilan yang dicapai. Momen ini menandai garis
finish perjalanan akademik mereka di FEBI IAIN Parepare, sekaligus garis
start pengabdian nyata sebagai sarjana yang berintegritas di tengah masyarakat. (irm/mif)