Humas IAIN Parepare – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Parepare sukses menggelar prosesi Yudisium Sarjana bagi 38 mahasiswa pada, Rabu (24/12/2025) di Ruang Seminar FEBI dihadiri Dekan dan jajarannya. Acara ini menjadi momen sakral pengukuhan kelulusan mahasiswa yang telah menyelesaikan studi akademik mereka.
Wakil Dekan I FEBI, Andi Bahri, memberikan pesan akademik yang filosofis mengenai tantangan zaman. Ia menyoroti fenomena "Generasi Stroberi" istilah bagi generasi yang tampak indah namun mudah hancur dan kendur saat menghadapi tantangan. Sebagai antitesis, Andi Bahri mendorong para lulusan untuk memiliki karakter "Kemiri". Meskipun tampak keras dari luar dan mungkin harus melalui proses pecah akibat tantangan hidup, isinya tetap terjaga, sangat berharga, dan tetap menjadi primadona karena manfaatnya yang besar bagi orang lain.
"Kami tidak menginginkan karakter stroberi yang mudah hancur saat diinjak melekat pada kalian. Jadilah generasi berkarakter kemiri yang tetap melawan untuk menjaga isinya, meskipun pecah namun isinya tetap berharga dan menjadi primadona," ujarnya.
Lebih lanjut, Andi Bahri membekali para sarjana dengan empat kriteria manusia unggul yang disadur dari naskah kuno Bugis untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Kriteria tersebut meliputi: Teppe’ (memiliki prinsip hidup/keyakinan), Isseng (menjadi pribadi yang knowledgeable atau bijak), Gau’ patuju (mampu menjadi teladan di lingkungannya), dan diikat dengan Siri ’ (harga diri). Dengan memiliki karakter ini, beliau meyakini alumni FEBI akan mampu bertahan dan sukses di mana pun, termasuk di Ibu Kota Nusantara (IKN) maupun kancah global.
Dalam prosesi pengukuhan yang khidmat, Dekan FEBI Muzdalifah Muhammadun menyatakan rasa bangganya. Ia menegaskan bahwa bukti nyata kualitas fakultas terletak pada daya serap dan kesuksesan alumni di dunia kerja segera setelah mereka lulus
"Fakultas itu tidak ada apa-apanya kalau lulusannya tidak menampilkan kesuksesan demi kesuksesan. Kekuatan sebuah fakultas didukung penuh oleh keberhasilan lulusannya, baik sebagai profesional maupun entrepreneur yang menghidupi banyak orang," ungkapnya.
Dalam arahannya, Dekan FEBI memotivasi lulusan untuk menjadi entrepreneur sejati yang mampu menghidupi banyak orang, bukan sekadar bekerja sendiri. Ia mendorong alumni untuk berani bermimpi besar. "Hanya orang-orang yang berani bermimpi yang akan meraih kesuksesan," tegasnya. Ia mengingatkan bahwa setiap sarjana adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas perannya di masyarakat.
Muzdalifah juga menitipkan pesan praktis mengenai penguasaan soft skill, terutama kemampuan bahasa (Inggris dan Arab) serta teknologi informasi, ia menyarankan alumni untuk membuat timeline hidup yang jelas agar tidak terjebak dalam euforia kelulusan yang terlalu lama. "Jangan sampai pengorbanan, tetesan keringat, dan doa orang tua kalian terbuang sia-sia karena kalian tidak memiliki rencana aksi setelah menyandang gelar sarjana," tambahnya.
Acara ditutup dengan pembacaan doa sesi foto bersama yang penuh kehangatan. Para lulusan berjabat tangan dengan pimpinan fakultas dan para ketua prodi sebagai simbol restu. (Irm/mif)