Skip ke Konten

Cetak Karakter Paripurna, Dekan FUAD IAIN Parepare Pesankan Lima Pilar Hadapi Zaman

5 Maret 2026 oleh
Humas IAIN Parepare
Humas IAIN --- Derasnya arus zaman dan tantangan global menuntut umat Islam, khususnya generasi muda, untuk memiliki sandaran hidup yang kokoh agar tidak tergilas oleh perubahan waktu. Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Parepare, Dr. A. Nurkidam, M.Hum., menegaskan bahwa setiap individu memerlukan identitas, karakter, dan jati diri yang kuat. Hal ini menjadi kunci agar manusia tetap tegak berdiri dalam prinsip keislaman di tengah berbagai problem kehidupan yang kian kompleks dan dinamis.

Pesan penuh makna ini disampaikan Dr. Nurkidam dalam ceramah zuhur yang berlangsung khidmat di Masjid Al-Wasilah, Kota Parepare, pada Rabu (4/2/2026). Momentum tersebut terasa kian istimewa karena bertepatan dengan hari ke-13 bulan suci Ramadhan 1447 H. Di hadapan jemaah yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, serta para mahasiswa, beliau mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa bersyukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan beribadah yang masih Allah SWT limpahkan hingga pertengahan bulan mulia ini.

Dalam ceramahnya, Dr. Nurkidam menjabarkan lima pilar utama yang harus dimiliki setiap Muslim agar selamat di dunia dan akhirat. Pilar pertama dan yang paling mendasar adalah iman dan takwa kepada Allah SWT. Menurut beliau, keimanan yang menghujam dalam sanubari akan melahirkan hidayah serta rahmat, sehingga seorang hamba tidak akan mudah melenceng dari garis syariat. Dengan memegang teguh tali agama Allah, seseorang akan memiliki kekuatan mental untuk menghadapi segala tantangan hidup dengan jiwa yang senantiasa tertuntun oleh petunjuk Ilahi.

Keluhuran iman tersebut kemudian harus dimanifestasikan melalui pilar kedua, yakni akhlakul karimah. Dr. Nurkidam mengingatkan bahwa inti dari ajaran Islam adalah penyempurnaan akhlak, sebagaimana misi utama diutusnya Rasulullah SAW ke muka bumi. Beliau menekankan pentingnya adab dalam berinteraksi sosial, di mana yang tua harus dihormati dan yang muda harus dikasihi dengan tulus. Akhlak yang mulia ini dipercaya akan membuka pintu-pintu kemudahan dan keselamatan bagi seseorang, di mana pun ia menapakkan kakinya untuk menebar manfaat.

Selaras dengan keluhuran akhlak, pilar ketiga yang menjadi sorotan utama adalah kejujuran. Dr. Nurkidam memberikan ilustrasi sederhana namun mendalam bagi para mahasiswa tentang pentingnya integritas dalam keseharian. Beliau mengingatkan bahwa ketidakjujuran, seperti mencari-cari alasan yang tidak benar untuk menghindari kewajiban belajar, hanya akan menjauhkan seseorang dari keberkahan Ilahi. Tanpa kejujuran, kepercayaan orang lain akan sirna, dan pada akhirnya konsekuensi buruk akan kembali kepada pelakunya sendiri dalam bentuk kegagalan atau kesulitan hidup yang berkepanjangan.

Lebih lanjut, pilar keempat dan kelima yang saling berkelindan adalah penguasaan ilmu pengetahuan serta keterampilan hidup (life skills). Beliau memotivasi para penuntut ilmu untuk tidak sekadar mengejar ijazah sebagai benda mati, melainkan memaknainya sebagai simbol nilai perjuangan dan kehormatan intelektual. Namun, di era persaingan yang kian kompetitif, ilmu pengetahuan harus dibarengi dengan keahlian praktis yang nyata. Keterampilan inilah yang akan membantu umat untuk mandiri secara ekonomi dan mampu memenuhi kebutuhan hidup dengan cara yang bermartabat sesuai tuntunan agama.

Sebagai penutup ceramah, Dr. Nurkidam memberikan sebuah simpulan yang menggugah optimisme seluruh jemaah yang hadir. Beliau menyatakan bahwa jika kelima hal tersebut telah menyatu dalam diri, maka seorang Muslim tidak akan tersesat maupun mengalami kesulitan yang berarti di tengah percaturan global. Alih-alih tergerus zaman, pribadi-pribadi paripurna ini justru akan tampil sebagai "suluh" atau penerang bagi lingkungannya. Beliau pun memanjatkan doa agar segala amal ibadah di bulan Ramadhan ini diterima dan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWT.

Kontributor : Tasrif

Editor  ​ : Suherman

di dalam Berita
Tingkatkan Tata Kelola Banpem PKA, Delegasi IAIN Parepare Hadiri Bimtek di Bogor