Skip ke Konten

Empat Bakal Calon Rektor IAIN Parepare Lolos Verifikasi Administrasi

22 Januari 2026 oleh
Humas IAIN Parepare
Humas IAIN Parepare – Tahapan penjaringan pimpinan tertinggi IAIN Parepare resmi memasuki babak baru. Panitia Penjaringan Bakal Calon Rektor masa jabatan 2026-2030 secara resmi menyerahkan berkas hasil verifikasi administrasi kepada Rektor IAIN Parepare yang kemudian diteruskan kepada Senat Institut. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di Flyover Gedung Rektorat IAIN Parepare pada, Kamis (22/1/2026), dihadiri oleh jajaran wakil rektor, para dekan, senat, serta panitia penjaringan.

Ketua Panitia Penjaringan, M. Ali Rusdi, dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh tahapan verifikasi telah tuntas dilaksanakan selama 28 hari kerja sejak panitia dibentuk pada Desember 2025. "Setelah melakukan sosialisasi dan verifikasi berkas secara mendalam, kami menetapkan empat bakal calon rektor yang dinyatakan memenuhi syarat. Tugas kami sebagai panitia berakhir hari ini dengan penyerahan berkas secara resmi kepada rektor untuk diteruskan kepada Senat Institut," ungkapnya.

Berdasarkan hasil verifikasi administrasi, panitia menetapkan empat nama yang dinyatakan memenuhi syarat  sebagai bakal calon Rektor. Keempat nama tersebut adalah Prof. Dr. H. Andi Aderus, Lc., MA., (UIN Alauddin Makassar), Prof. Dr. Hannani, M.Ag. (IAIN Parepare), Prof. Dr. Hj. Darmawati, M.Pd. (IAIN Parepare), dan Dr. H. Islamul Haq, M.A. (IAIN Parepare). Keempat figur ini akan bersaing memberikan gagasan terbaiknya demi masa depan kampus di tahapan berikutnya.

Rektor IAIN Parepare, Prof. Hannani, memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada tim panitia yang telah bekerja keras memastikan proses penjaringan berjalan transparan serta akuntabel. Ia menekankan bahwa proses ini bukan sekadar pergantian pimpinan, melainkan sebuah ikhtiar bersama dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang lebih baik dan terencana. "Kita berharap bulan April mendatang IAIN Parepare sudah memiliki kepemimpinan baru. Saya meyakini siapa pun yang terpilih nantinya adalah ketetapan terbaik dari Allah Swt.," ujar Prof. Hannani.


Dalam suasana penuh spiritualitas, Prof. Hannani mengajak seluruh civitas academica untuk membangun persangkaan baik  kepada Allah Swt terkait proses suksesi ini. Ia menekankan bahwa penentuan pemimpin masa depan adalah hak prerogatif Tuhan yang nantinya diwujudkan melalui keputusan Menteri Agama. "Pilihkanlah yang terbaik menurut pandangan Allah, bukan menurut subjektivitas kita, agar kita terhindar dari rasa kekecewaan," tuturnya.

Lebih lanjut, Prof. Hannani mengingatkan bahwa seluruh bakal calon memiliki niat mulia untuk memajukan institusi. Namun, ia berpesan agar semua pihak tidak memaksakan kehendak atau merasa paling mampu, melainkan berserah diri pada ketetapan terbaik. Fokus utama institusi saat ini adalah memastikan transisi kepemimpinan berjalan lancar tanpa mengganggu stabilitas akademik maupun kualitas layanan pendidikan.


Prosesi penyerahan berkas dari ketua panitia kepada rektor, kemudian dilanjutkan kepada Ketua Senat, Prof. Hj. Siti Aminah, menjadi penutup rangkaian acara. Dengan diterimanya berkas tersebut, Senat IAIN Parepare kini memiliki dasar kuat untuk melanjutkan tahapan pemberian pertimbangan. Kehadiran pemimpin baru diharapkan membawa IAIN Parepare semakin unggul, inklusif, dan berdaya saing di kancah nasional maupun internasional. (Irm/mif)

di dalam Berita
Bekali 57 Lulusan, FEBI Tekankan Integritas dan Etika dalam Yudisium Sarjana