Skip ke Konten

Evaluasi Asta Protas 2025 Berakhir, IAIN Parepare Raih Predikat "Baik dan Berdampak"

22 Desember 2025 oleh
Humas IAIN Parepare
Humas IAIN Parepare- Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia (Itjen Kemenag RI) resmi menutup seluruh rangkaian pengawasan dan evaluasi pelaksanaan Asta Protas Tahun 2025 di IAIN Parepare. Penutupan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Exit Meeting yang berlangsung khidmat di Ruang Pertemuan Flyover Lantai 3 Gedung Rektorat, Senin (22/12/2025).

Tim evaluasi Itjen Kemenag RI yang bertugas selama sepuluh hari kerja ini dipimpin oleh Moh. Isom selaku Penanggung Jawab, Rofi Sari Dewi sebagai Pengendali Teknis, dan Agus Salim sebagai Ketua Tim. Tim ini juga diperkuat oleh lima anggota profesional, yakni Ahmad Mawardi, Maulana, Devina Martina, Nur Rahayu, dan Nensi Ratna Sari.

Rangkaian audit ini dilakukan secara komprehensif. Prosesnya mencakup pemeriksaan dokumen digital (desk audit), wawancara mendalam dengan unsur pimpinan beserta unit kerja terkait, hingga uji petik lapangan. Salah satu fokus peninjauan lapangan adalah implementasi program Ekoteologi, yang dibuktikan melalui aksi nyata penanaman pohon matoa di lingkungan kampus.

Dalam pemaparannya, Rofi Sari Dewi, menjelaskan bahwa evaluasi ini dilakukan secara simultan pada dua institusi di Kota Parepare.

"Alhamdulillah, MAN 2 Parepare telah melaksanakan Exit Meeting pada Sabtu lalu, dan hari ini, Senin giliran IAIN Parepare. Kami telah melalui berbagai tahapan, mulai dari audit dokumen via Google Form hingga wawancara mendalam guna memastikan seluruh program berjalan sesuai koridor yang ditetapkan," ungkap Rofi Sari Dewi.

Berdasarkan hasil penilaian akhir, IAIN Parepare berhasil mencatatkan rata-rata skor kematangan 3,50. Angka ini menempatkan IAIN Parepare pada kategori "Baik dan Berdampak". Meski demikian, tim Itjen memberikan sejumlah catatan strategis untuk penguatan empat pilar Asta Protas ke depan.

Pertama, Protas Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan. Program dinilai telah berjalan sesuai petunjuk teknis (juknis), namun indikator kinerja moderasi beragama perlu diintegrasikan secara eksplisit dalam Perjanjian Kinerja (Perkin) Rektor.

Kedua, Protas Digitalisasi Tata Kelola. Menunjukkan hasil yang berdampak nyata, namun masih memerlukan penguatan pada sistem keamanan siber serta sertifikasi kompetensi bagi SDM di bidang IT. Ketiga, Protas Ekoteologi. Itjen mendorong institusi untuk merumuskan indikator sarana ramah lingkungan dalam Renstra 2025-2029 secara lebih spesifik dan tidak lagi bersifat rintisan.

dan keempat, Protas Pendidikan Unggul. IAIN Parepare diharapkan segera menyusun laporan capaian yang komprehensif serta melakukan evaluasi dampak program secara terukur bagi mahasiswa dan masyarakat luas.

Sebagai langkah tindak lanjut, Itjen Kemenag RI menyarankan pembentukan tim khusus pengelola data Sustainable Development Goals (SDGs), penyusunan roadmap pencapaian target, serta optimalisasi anggaran pemeliharaan jaringan internet demi mendukung transformasi digital.



Menanggapi hasil evaluasi tersebut, Rektor IAIN Parepare, Prof. Hannani, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada tim Inspektorat Jenderal atas pendampingan intensif selama sepuluh hari terakhir.

"Kami sangat berterima kasih atas kunjungan, bimbingan, serta pendampingan yang diberikan oleh Tim Itjen Kemenag RI. Seluruh catatan, analisis akar masalah, dan rekomendasi yang disampaikan merupakan masukan berharga bagi kami. Hal ini akan menjadi bahan evaluasi fundamental untuk melakukan perbaikan berkelanjutan demi mewujudkan tata kelola kampus yang unggul dan akuntabel di masa depan," tegas Prof. Hannani.

Pertemuan Exit Meeting ini dihadiri oleh Rektor dan para pimpinan, tim SPI, tim keuangan, dan Kepegawaian. (aen/mif)

di dalam Berita
Hari Ibu, Cara Mengekspresikan Cinta dan Kasih Sayang Anak kepada Ibu Menurut Pakar Psikologi