Humas IAIN Parepare - Sebanyak 417 wisudawan dan wisudawati mengikuti prosesi wisuda IAIN Parepare yang digelar di Auditorium IAIN Parepare, Sabtu (14/2/2026). Dari ratusan lulusan tersebut, nama Hamirullah menjadi wisudawan inspiratif. Lulusan Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah ini dinilai menonjol berkat capaian akademik, prestasi nonakademik, serta kiprahnya dalam organisasi kemahasiswaan.
Lahir di Tarakan, 2 Februari 2002, Hamirullah merupakan putra dari H. Muhammad Beddy dan Hj. Hasnawati. Selama menempuh pendidikan di IAIN Parepare, ia dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dan berprestasi. Ia tercatat sebagai hafidz 10 juz Al Quran, Juara 2 Lomba Musabaqah Syarhil Quran (MSQ) tingkat fakultas, Juara 3 MSQ tingkat institut, serta Juara 1 Lomba Futsal tingkat fakultas. Prestasi tersebut menjadi bukti keseimbangan antara kemampuan akademik, spiritual, dan minat bakat yang ia tekuni.
Tak hanya berprestasi, Hamirullah juga aktif dalam berbagai organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum HMPS Pendidikan Agama Islam pada 2023, Ketua Umum DEMA Fakultas Tarbiyah tahun 2024, hingga dipercaya sebagai Wakil Presiden Mahasiswa IAIN Parepare pada 2025. Ia juga tercatat sebagai anggota LDM Al-Madani, PMII, One Day One Juz IAIN Parepare, serta pengurus di sejumlah organisasi seperti IKA Rama, Forbes IAIN Parepare, KPMP Cabang Cempa, dan Forkim IAIN Parepare. Di luar kampus, ia mengabdikan diri sebagai imam Masjid Kapal Munzalam Parepare, mengajar di SD 265 Sikkuale Pinrang, serta bekerja sampingan sebagai kurir di JNT Parepare.
Menurut Hamirullah, perjalanan selama berkuliah bukanlah tanpa tantangan. Ia mengaku harus membagi waktu antara kuliah, organisasi, mengajar, hingga bekerja. “Jangan berputus asa menghadapi tantangan yang ada, karena mau tidak mau tetap kita selesaikan satu per satu. Tetap semangat dan jangan putus asa, teman-teman,” ujarnya. Ia menilai setiap proses memiliki nilai pembelajaran yang membentuk karakter dan ketangguhan diri.
Ia pun memegang teguh motto hidupnya, yakni tidak ada mimpi yang gagal, yang ada hanyalah mimpi yang tertunda. “Tidak ada mimpi yang gagal, yang ada hanyalah mimpi yang tertunda. Jikalau sekiranya gagal menggapai mimpi tersebut, jangan khawatir, mimpi lain bisa kita ciptakan,” katanya. Ke depan, Hamirullah bercita-cita menjadi kepala sekolah dan berkomitmen untuk terus mengabdi di dunia pendidikan, membawa semangat perubahan dan keteladanan bagi generasi mendatang.
Penulis: Taufiq Hidayat
Editor: Mifda Hilmiyah