Skip ke Konten

IAIN Parepare Bangun Sinergi dengan Orang Tua, Siapkan Mahasiswa KKN Internasional  Arab Saudi, Malaysia, dan Thailand

6 Mei 2026 oleh
Humas IAIN Parepare
Humas IAIN Parepare - Dari ruang virtual yang mempertemukan harapan dan doa, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare kembali menegaskan ikhtiarnya menyiapkan mahasiswa berdaya saing global. Melalui Pusat Pengabdian LP2M bersama panitia KKN Internasional, pertemuan daring via Zoom dengan orang tua/wali calon peserta KKN Internasional 2026 digelar pada Rabu, 6 Mei 2026. Forum ini tidak sekadar menjadi ajang sosialisasi, melainkan ruang menyatukan persepsi sekaligus meneguhkan dukungan keluarga bagi langkah pengabdian mahasiswa di kancah internasional.

Rektor IAIN Parepare, Prof. Dr. Hannani, M.Ag., menekankan bahwa keterlibatan orang tua merupakan bagian penting dari transparansi penyelenggaraan program. Ia menegaskan, mahasiswa tidak hanya menjalankan pengabdian dalam arti sempit, tetapi turut mengambil peran dalam penguatan akademik, misi diplomasi, hingga kontribusi nyata dalam menjawab problem sosial masyarakat global.

“Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman luar biasa, mulai dari misi kemanusiaan di Malaysia hingga mendalami industri internasional di Arab Saudi,” ujar Prof. Hannani.

Kepala Pusat Pengabdian, Dr. Musmulyadi, menjelaskan bahwa KKN Internasional tahun ini menjangkau tiga negara: Malaysia, Thailand, dan Arab Saudi. Untuk Malaysia dan Thailand, program dilaksanakan secara kolaboratif bersama UIN Sumatera Utara, mempertemukan mahasiswa dari dua perguruan tinggi dalam satu ruang pengabdian lintas batas. Sementara itu, di Arab Saudi, program dirancang selama 30 hari dengan pendekatan integratif yang memadukan aspek akademik, diplomasi, serta industri haji dan umrah.


Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Arab Saudi, Dr. H. Abdillah, memaparkan bahwa pengabdian di tanah suci akan berlangsung dalam empat fase yang sarat makna dan pengalaman. Fase pertama difokuskan pada misi diplomasi di Jeddah, tempat mahasiswa mendalami pelayanan WNI serta perlindungan jamaah di lingkungan KJRI Jeddah.

Memasuki fase kedua di Makkah, mahasiswa akan menelusuri aspek operasional dengan mengkaji manajemen rantai pasok (supply chain) dan sistem bisnis internasional bersama mitra profesional. Pada fase ketiga di Madinah, arah pengabdian bergeser ke dakwah internasional serta pembinaan jamaah berbasis moderasi beragama. Adapun fase keempat kembali berlangsung di Makkah, ketika mahasiswa terjun langsung ke industri travel umrah, mempelajari strategi pemasaran, branding, hingga teknik pelayanan jamaah secara profesional.

Menjawab berbagai aspirasi orang tua, termasuk yang disampaikan Nasir Saddu terkait kepastian biaya dan pendampingan, pihak LP2M memberikan jaminan komprehensif. Seluruh komponen program telah mencakup tiket maskapai internasional, visa, asuransi, serta akomodasi apartemen di luar negeri. Selain itu, mahasiswa juga akan diberikan pembekalan intensif sebelum keberangkatan.


Ketua LP2M IAIN Parepare, Dr. Muhammad Haramain, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah pionir dalam meningkatkan kompetensi global mahasiswa. Ia memastikan adanya sistem pemantauan intensif sebagai bentuk tanggung jawab atas kepercayaan yang dititipkan orang tua.

“Kami menjaga amanah orang tua untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menjadi aktor profesional di ekosistem global,” tegasnya.

Pertemuan ini pun ditutup dengan komitmen bersama antara kampus dan orang tua, sebuah kesepahaman yang mengikat harapan, untuk menyukseskan KKN Internasional 2026, sekaligus memperkuat posisi IAIN Parepare sebagai perguruan tinggi yang terus melangkah menuju reputasi internasional.

Kontributor  : Nur Aeni K

Editor : Sri Rahayu

di dalam Berita
Penutupan Asesmen Lapangan Prodi PMI FUAD, Asesor BAN-PT Apresiasi Kinerja Luar Biasa