Humas IAIN Parepare- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare secara resmi menyelenggarakan ujian masuk mandiri khusus yang dipusatkan di Gedung Perpustakaan lantai 4 pada, Selasa (28/04/2026). Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen kampus dalam memberikan akses pendidikan yang inklusif sekaligus menjaring bibit-bibit unggul dari berbagai latar belakang.
Kegiatan ini merupakan bagian krusial dari proses seleksi calon mahasiswa baru melalui tiga jalur utama, yakni jalur afirmasi, bibit unggul, dan jalur prestasi. Dengan adanya seleksi khusus ini, IAIN Parepare berupaya menyaring calon mahasiswa yang memiliki kompetensi spesifik di luar jalur reguler.
Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh panitia pelaksana, total peserta yang mengikuti rangkaian ujian ini berjumlah 41 orang. Rinciannya terdiri dari 6 peserta dari jalur afirmasi, 6 peserta dari jalur bibit unggul, serta kelompok terbesar yakni 29 peserta yang menempuh jalur prestasi. Seluruh peserta diwajibkan mengikuti setiap tahapan seleksi dengan ketat.


Khusus untuk jalur afirmasi dan bibit unggul, mekanisme seleksi dimulai dengan tes berbasis komputer atau Computer Based Test(CBT). Ujian ini dirancang untuk mengukur standar kemampuan akademik dasar calon mahasiswa sebelum mereka melangkah ke tahap berikutnya.
Pasca pelaksanaan CBT, para peserta dari jalur tersebut langsung menjalani sesi wawancara mendalam terkait penentuan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Tahapan ini sangat penting bagi pihak kampus untuk menggali kondisi ekonomi keluarga peserta secara faktual, sehingga penetapan UKT nantinya dapat tepat sasaran dan berkeadilan. Di sisi lain, peserta yang mendaftar melalui jalur prestasi menghadapi tantangan yang berbeda. Mereka diwajibkan mengikuti tes kompetensi khusus yang dirancang untuk menguji keahlian spesifik mereka. Materi uji mencakup penguasaan tahfiz Al-Qur’an, hafalan hadis, hingga berbagai bakat non-akademik lainnya yang menjadi nilai tambah bagi calon mahasiswa.


Kepala Pusat Admisi IAIN Parepare, Dirga, menjelaskan bahwa kualitas penilaian menjadi prioritas utama. Untuk menjaga objektivitas, pihaknya melibatkan lima orang penguji ahli yang memiliki kompetensi tinggi di bidangnya masing-masing guna menilai secara langsung kemampuan para peserta.
“Tes kompetensi ini menghadirkan lima penguji kompetensi untuk menilai secara langsung kemampuan peserta, baik dari sisi tahfiz, hafalan hadis, maupun potensi non-akademik lainnya,” ungkap Dirga di sela-sela memantau jalannya ujian.
Sepanjang pelaksanaan, suasana di Gedung Perpustakaan terpantau tertib dan lancar. Para peserta menunjukkan antusiasme dan keseriusan yang tinggi, menyadari bahwa jalur mandiri khusus ini merupakan kesempatan emas untuk bergabung dengan salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam negeri terbaik di Sulawesi Selatan.
Melalui skema seleksi ini, IAIN Parepare menaruh harapan besar untuk melahirkan generasi mahasiswa yang tidak hanya kuat secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter religius yang kokoh serta prestasi non-akademik yang membanggakan. Hal ini sejalan dengan visi kampus dalam mencetak lulusan yang kompetitif dan berintegritas.
Penulis: Nur Aeny
Editor: Mifda Hilmiyah