Humas IAIN Parepare — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menyelenggarakan kegiatan Profiling Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun 2025 sebagai tindak lanjut atas arahan Biro SDM Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, Senin–Selasa (15–16 Desember 2025), bertempat di Perpustakaan Lantai 4 IAIN Parepare.
Kegiatan profiling diikuti oleh 175 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terdiri atas 129 dosen dan 46 tenaga kependidikan. Profiling ASN bertujuan untuk memetakan potensi, kompetensi, serta preferensi karier ASN sebagai dasar pengembangan sumber daya manusia dan penerapan manajemen ASN berbasis Sistem Merit di lingkungan IAIN Parepare.
Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan (AUAK) IAIN Parepare, Dr. H. Muhdin, S.Ag., M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa program profiling ASN disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. Seluruh hasil asesmen akan diintegrasikan ke dalam aplikasi myASN sehingga data ASN dapat dikelola secara sistematis, terukur, dan terintegrasi secara nasional.
“Melalui pemetaan ini, ASN akan dikelompokkan berdasarkan kompetensinya masing-masing. Dengan demikian, ketika institusi membutuhkan sumber daya, penugasan dapat dilakukan di mana saja secara tepat sasaran sesuai dengan kompetensi yang dimiliki,” ujarnya.
Lebih lanjut, H. Muhdin menjelaskan bahwa terdapat empat aspek utama yang dinilai dalam kegiatan profiling ASN tahun ini, yaitu potensi ASN, kompetensi manajerial dan sosial kultural, literasi digital, serta preferensi karier. Keempat aspek tersebut menjadi dasar dalam memetakan kesiapan dan arah pengembangan ASN di lingkungan IAIN Parepare.


Menurutnya, literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis penggunaan teknologi, tetapi juga mencakup pemahaman etika, nilai-nilai keagamaan, serta sikap bijak ASN dalam ruang digital seiring percepatan transformasi birokrasi.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Jais, S.Sos., Kepala Bagian Tata Usaha BKN Makassar, serta Muhammad Faudzab, S.Sos., Analis SDM Aparatur Ahli Pertama BKN Makassar, yang secara langsung melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap pelaksanaan profiling ASN.
Dalam sambutannya, Jais menyampaikan apresiasi kepada IAIN Parepare dan seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan profiling ASN. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan asesmen pada umumnya membutuhkan waktu sekitar empat jam, namun dapat berlangsung lebih lama atau lebih singkat tergantung pada konsistensi peserta dalam mengerjakan asesmen.

“Hasil profiling ASN ini akan membentuk basis data ASN yang terpusat secara nasional dan dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh instansi asal, tetapi juga oleh instansi lain lintas kementerian dan lembaga sesuai dengan kebutuhan dan kompetensi ASN,” ujarnya.
Ia juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian asesmen dengan sungguh-sungguh hingga tuntas, mengingat ke depan data profiling ASN sangat memungkinkan digunakan sebagai rujukan dalam penugasan dan pengembangan karier ASN, termasuk untuk kebutuhan instansi di luar Kementerian Agama. (Aen/Tin)