Skip ke Konten

IPN Press Disorot di IKAPI: Antara Standar Industri dan Misi Literasi

15 April 2026 oleh
Humas IAIN Parepare

Humas IAIN Parepare– Kepala Pusat Publikasi dan Penerbitan IAIN Parepare, Suhartina, menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Sulawesi Selatan tahun 2026 yang diikuti oleh lebih dari 30 penerbit se-Sulsel, di Hotel Remcy Panakkukang, Rabu (15-4-2026). Forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat jejaring, menyelaraskan standar industri, serta merespons dinamika dunia penerbitan yang terus berkembang.

Dalam salah satu sesi diskusi kecil yang berlangsung di sela-sela kegiatan, IAIN Nusantara Press (penerbit kampus IAIN Parepare) menjadi topik perbincangan menarik di kalangan peserta. Sejumlah penerbit menyoroti kebijakan harga penerbitan IPN Press yang dinilai berada di bawah standar umum, yakni sekitar Rp800 ribu per judul.

Salah satu perwakilan penerbit menyampaikan bahwa dalam praktik industri di Sulawesi Selatan, biaya penerbitan buku umumnya berada pada kisaran Rp1,5 juta hingga Rp3 juta per judul, bahkan bisa lebih tinggi tergantung kompleksitas layanan seperti editing profesional, desain, layout, ISBN, hingga distribusi.

“Kami memahami semangat membuka akses publikasi. Namun dalam industri, harga juga mencerminkan proses produksi yang tidak sederhana. Jika terlalu rendah, ada kekhawatiran akan memengaruhi persepsi kualitas di mata pasar,” ujar salah satu penerbit dari Bone

Meski demikian, ia juga mengakui bahwa penerbit kampus memiliki karakteristik dan orientasi yang berbeda dibandingkan penerbit komersial.

Menanggapi hal tersebut, Suhartina menegaskan bahwa IPN Press sejak awal memang tidak bergerak dengan basis keuntungan, melainkan sebagai bagian dari penguatan budaya akademik dan literasi di lingkungan kampus.

“Penerbitan di IAIN Parepare memang tidak berorientasi profit. Fokus kami adalah membuka akses seluas-luasnya bagi dosen dan mahasiswa untuk menerbitkan karya. Ini bagian dari komitmen membangun tradisi menulis dan memperkuat ekosistem akademik,” jelasnya.

Namun demikian, ia tidak menutup kemungkinan adanya penguatan sistem penerbitan ke depan agar lebih profesional dan berdaya saing.

“Ke depan, tentu kami juga akan berbenah menuju pengelolaan yang lebih profesional, terutama dalam aspek kualitas dan produksi. Tujuannya agar karya yang diterbitkan tidak hanya terjangkau, tetapi juga memenuhi standar mutu yang semakin baik,” tambahnya.

Rakerda IKAPI Sulsel tahun ini juga menghasilkan keputusan penting dengan terpilihnya Ketua IKAPI Sulsel periode 2026–2031 dari Penerbit Nas Media. Ketua terpilih, Nur Amin Saleh, merupakan pendiri dan CEO PT. Nas Media Indonesia (Nasmedia), penerbit berbasis Makassar yang aktif mengembangkan buku akademik dan populer serta memperluas jejaring distribusi di tingkat nasional.

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi antar penerbit di tengah tantangan industri yang semakin kompleks.

“Ke depan, kami berharap para penerbit di Sulawesi Selatan dapat menjalin komunikasi yang lebih baik, saling menguatkan, serta membangun ekosistem penerbitan yang sehat, profesional, dan berdaya saing. Kolaborasi menjadi kunci untuk menghadapi tantangan industri ke depan,” ujarnya.

Kehadiran Suhartina dalam forum ini menjadi bagian dari upaya IPN Press untuk terus terhubung dengan jejaring penerbit, sekaligus mempertegas posisinya sebagai penerbit kampus yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan literasi. Dengan pendekatan tersebut, IPN Press diharapkan tidak hanya menjadi ruang publikasi alternatif bagi kalangan akademik, tetapi juga mampu berkontribusi dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan di tingkat regional maupun nasional.


Penulis : Irmawati 

Editor : Suhartina

di dalam Berita
Mantapkan Peradilan Semu, Mahasiswa IAIN Kunjungi PN Parepare