Skip ke Konten

Kampus ini sedang “On Fire”! 64 Riset IAIN Parepare Lolos BOPTN 2025

14 April 2026 oleh
Humas IAIN Parepare
Humas IAIN Parepare – IAIN Parepare benar-benar sedang “on fire” dalam penguatan riset. Sebanyak 64 tim peneliti berhasil lolos hibah BOPTN 2025, melibatkan 143 dosen dan 135 mahasiswa. Capaian ini tidak hanya menunjukkan lonjakan produktivitas akademik, tetapi juga menegaskan semakin kokohnya ekosistem riset kolaboratif di lingkungan kampus.

Setiap penelitian melibatkan 2 hingga 4 dosen, mencerminkan kuatnya tradisi kolaborasi lintas disiplin. Di saat yang sama, keterlibatan mahasiswa menjadi indikator penting integrasi antara pembelajaran dan praktik riset. Rata-rata dua mahasiswa terlibat dalam setiap judul penelitian, bahkan pada beberapa tema strategis mencapai 3 hingga 5 orang.

Dari sisi klaster, peta penelitian menunjukkan arah pengembangan akademik yang terstruktur dan progresif. Klaster Penelitian Dasar Interdisipliner mendominasi dengan 34 judul, diikuti Pengembangan Program Studi sebanyak 25 judul. Sementara itu, klaster Kolaborasi Internasional dan Pengembangan Perguruan Tinggi masing-masing mencatat 3 dan 2 judul, menjadi sinyal awal penguatan jejaring global dan kapasitas kelembagaan.

Rektor IAIN Parepare, Prof. Dr. Hannani, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut sekaligus menegaskan komitmen institusi dalam memperkuat ekosistem riset yang berkelanjutan.

“Saya memberikan apresiasi yang tinggi atas produktivitas akademik para dosen peneliti di IAIN Parepare. Ini menunjukkan bahwa budaya riset terus tumbuh secara progresif dan berkelanjutan. Pada tahun 2026, kami mengalokasikan dukungan penuh bagi kegiatan riset dan pengabdian kepada masyarakat dengan total anggaran mencapai Rp1,7 miliar.

Capaian 64 tim peneliti ini bukan sekadar angka, tetapi refleksi dari meningkatnya kualitas, kolaborasi, dan relevansi penelitian. Kami berharap dukungan ini mampu melahirkan inovasi, publikasi bereputasi, serta solusi berbasis riset yang berdampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Ketua LP2M IAIN Parepare, Dr. Muhammad Haramain, menilai tingginya jumlah penelitian yang lolos sebagai cerminan tumbuhnya budaya riset yang partisipatif dan inklusif.

“Alhamdulillah, antusiasme riset tahun ini cukup tinggi dengan total 64 judul penelitian yang berhasil lolos. Hal yang paling menarik adalah kuatnya semangat kolaborasi; tercatat ada sekitar 143 dosen yang terlibat aktif. Kami juga konsisten menghidupkan ekosistem riset dengan melibatkan kurang lebih 135 mahasiswa, sehingga mereka tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga praktik langsung di lapangan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa capaian ini tidak terlepas dari penguatan sistem pembinaan dan pendampingan riset yang terus dilakukan LP2M, mulai dari penyusunan proposal hingga proses seleksi.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian LP2M IAIN Parepare, Zulfiqar Busrah, menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat, objektif, dan transparan berbasis sistem digital.

“Proses penentuan penerima bantuan tahun ini dilakukan secara selektif dan transparan melalui aplikasi Litapdimas. Kami melibatkan delapan reviewer eksternal untuk memastikan kualitas dan objektivitas penilaian. Setelah melalui tahapan seleksi yang ketat, ditetapkan 64 judul penelitian yang dinyatakan lolos dan berhak menerima bantuan. Kami berharap para peneliti dapat menjalankan amanah ini dengan standar akademik yang tinggi,” jelasnya.

Capaian ini semakin mempertegas posisi IAIN Parepare sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan keilmuan Islam, tetapi juga adaptif terhadap tantangan global melalui pendekatan interdisipliner, kolaboratif, dan berbasis nilai moderasi beragama.

Dengan capaian tersebut, IAIN Parepare kian menunjukkan perannya sebagai pusat akulturasi keilmuan dan budaya Islam yang inovatif, sekaligus motor penggerak riset yang berdampak dari tingkat lokal hingga nasional, bahkan global.

Editor : Suhartina

di dalam Berita
Angkat Isu Integritas AI dalam Akuntansi, Mahasiswa FEBI Raih Juara III Debat Nasional