Skip ke Konten

Karya Mahasiswa Menumpuk, M. Majdy Amiruddin Tawarkan Solusi Jitu di IAIN Kendari

26 April 2026 oleh
Humas IAIN Parepare
Humas IAIN Parepare — Komitmen IAIN Parepare dalam memperkuat budaya publikasi ilmiah kembali ditegaskan melalui kehadiran Sekretaris LP2M M.Majdy Amiruddin, M.MA. sebagai pemateri pada Workshop Konversi Tesis Menjadi Artikel dan Buku Bereputasi Nasional dan Internasional yang diselenggarakan Pascasarjana IAIN Kendari, 25–26 April 2026.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Direktur Pascasarjana IAIN Kendari, Dr. La Hadisi, S.Ag., M.Pd.I., bersama Wakil Direktur, para Ketua Program Studi Pascasarjana, serta mahasiswa Pascasarjana. Forum ini menjadi ruang strategis bagi pertukaran gagasan dan penguatan kapasitas akademik dalam mendorong hilirisasi karya ilmiah.

Dalam sambutannya, Direktur Pascasarjana IAIN Kendari berharap kegiatan ini benar-benar memberi dampak nyata bagi mahasiswa dan pengelola jurnal di lingkungan kampus.

“Harapan kami, dengan didatangkannya narasumber dari jurnal terindeks Scopus, kegiatan ini bisa memberikan manfaat luar biasa kepada mahasiswa agar hasil penelitiannya dapat dikonversi menjadi artikel yang siap terbit. Selain itu, jurnal-jurnal di IAIN Kendari, khususnya di Pascasarjana, juga bisa mendapatkan tips dan trik agar ke depan dapat terindeks Scopus,” ungkapnya.

Sebagai pemateri, perwakilan IAIN Parepare, M. Majdy Amiruddin tidak hanya berbagi praktik baik, tetapi juga membawa misi besar: mengubah wajah karya akademik dari sekadar arsip menjadi produk intelektual yang berdampak dan bernilai ekonomi. Dalam paparannya, ditekankan bahwa konversi tesis menjadi artikel jurnal dan buku ber-ISBN bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak di tengah tuntutan publikasi global.

Dalam sesi wawancara, Sekretaris LP2M IAIN Parepare, Majdy Amiruddin, menegaskan bahwa isu ini juga menjadi perhatian serius di internal kampusnya.

“Kegiatan di Kendari ini sebenarnya juga menjadi kegelisahan kami di IAIN Parepare. Karena itu, memang perlu ada kegiatan atau bahkan pedoman yang jelas terkait konversi karya akademik menjadi buku ber-ISBN,” ujarnya.

“Banyak karya hanya jadi pajangan, bahkan menjadi isi gudang, seperti skripsi, tugas kuliah, hingga laporan penelitian dan pengabdian. Padahal itu bisa dikembangkan menjadi karya yang bernilai tinggi, bahkan berpotensi untuk dikomersilkan,” tambahnya.

Senada dengan itu, Ketua LP2M IAIN Parepare, Muhammad Haramain, menegaskan bahwa penguatan ekosistem publikasi harus menjadi agenda strategis kampus.

“IAIN Parepare tidak ingin karya akademik berhenti sebagai dokumen administratif. Kita ingin memastikan setiap riset memiliki hilirisasi yang jelas menjadi artikel bereputasi, buku ber-ISBN, bahkan produk pengetahuan yang bisa diakses luas oleh masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa LP2M IAIN Parepare tengah mendorong penyusunan pedoman konversi karya akademik yang lebih terstruktur, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan penerbit dan jurnal bereputasi.

Melalui momentum ini, IAIN Parepare mempertegas posisinya sebagai kampus yang aktif mendorong transformasi karya ilmiah menuju publikasi yang produktif, terukur, dan berdaya saing. Workshop ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya gerakan bersama antarperguruan tinggi, khususnya PTKIN, untuk memastikan karya intelektual  dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Penulis: Irmawati

Editor: Suhartina

di dalam Berita
Prodi Jurnalistik Islam IAIN Parepare Tuntaskan Asesmen Lapangan BAN-PT