Skip ke Konten

Kepala Biro AUAK Memaparkan Evaluasi Kinerja 2024–2025 pada Rapat Kerja IAIN Parepare

12 Desember 2025 oleh
Humas IAIN Parepare
Humas IAIN Parepare — Kepala Biro AUAK Memaparkan hasil evaluasi kinerja tahun 2024 dengan capaian yang menggembirakan. Berdasarkan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP), institusi berhasil memenuhi 171 dari total 185 indikator, atau setara 92,43 persen, sebuah pencapaian yang menegaskan komitmen IAIN Parepare dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, tata kelola, dan kualitas layanan akademik.

Capaian ini dipaparkan langsung oleh Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan (AUAK), H. Muhdin, pada Rapat Kerja di Hotel Ratih Polewali Mandar yang berlangsung selama tiga hari sejak, Kamis- Sabtu (11-13/12/2025).

H. Muhdin menegaskan bahwa hasil tersebut merupakan gambaran objektif dari implementasi renstra selama satu tahun. “Alhamdulillah, dari tujuh sasaran program di renstra, seluruh 185 indikator telah diukur, dan capaian kita berada pada angka 92,43 persen. Artinya, 171 indikator terlaksana dengan baik meski masih ada 14 yang belum dapat dipenuhi,” ujarnya dalam pemaparannya.

Dari evaluasi tersebut, empat sasaran program berhasil mencapai nilai sempurna, yakni sistem pendidikan, standar dan mutu pendidikan, hasil penelitian, serta serapan lulusan di dunia kerja. Seluruh indikator pada keempat bidang ini, mulai dari penguatan pembelajaran moderat hingga pemanfaatan hasil riset dan penyerapan alumni di industri, dinyatakan tercapai sepenuhnya.

“Ini menunjukkan bahwa fondasi mutu akademik kita sudah sangat baik. Sistem pendidikan kita berjalan optimal, standar mutu terjaga, penelitian terlaksana dengan sempurna, dan serapan alumni sangat membanggakan,” jelas H. Muhdin.

Sementara itu, kualitas tenaga pendidik mencatat capaian 95,45 persen setelah 21 dari 22 indikator terpenuhi. Beberapa aspek, seperti peningkatan kompetensi dosen dan pemenuhan pelatihan berbasis standar ASN, menjadi fokus penguatan pada tahun mendatang. Di sisi lain, reputasi internasional menjadi salah satu sasaran yang memerlukan perhatian khusus. Dengan capaian 86,61 persen, indikator terkait publikasi internasional, kolaborasi global, dan prestasi mahasiswa tingkat internasional masih perlu ditingkatkan.

“Reputasi internasional kita masih sangat kurang dan ini harus menjadi perhatian. Prestasi mahasiswa internasional juga masih minim, begitu pula publikasi kolaboratif dengan perguruan tinggi dunia,” tegasnya.

Bidang tata kelola pemerintahan, yang memiliki indikator paling banyak, mencatat capaian 88,54 persen. Meskipun sebagian besar indikator terpenuhi, sejumlah agenda strategis seperti audit keuangan eksternal, sistem remunerasi, hingga pengembangan unit bisnis berbasis digital dan rental belum dapat direalisasikan. Beberapa kendala teknis juga menjadi tantangan tersendiri, terutama terkait manajemen operasional, manajemen SDM, dan serapan anggaran.

“Ada unit-unit bisnis yang belum berjalan karena persiapan belum matang. Manajemen keuangan dan SDM juga masih memiliki beberapa komponen yang belum optimal,” ungkap H. Muhdin.

Ia juga menyinggung perlunya perbaikan menyeluruh berdasarkan temuan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), yang mencatat lebih dari 1.700 temuan teknis terkait pelaksanaan program. Hal ini menurutnya harus dijadikan dasar evaluasi dalam penyusunan program kerja tahun berikutnya, terutama pada indikator yang belum tercapai. Selain itu, H. Muhdin menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia, mengingat kewajiban pelatihan minimal 20 jam per tahun bagi ASN belum sepenuhnya dipenuhi oleh unit-unit terkait.

Menutup pemaparan, ia menyampaikan arah strategis yang akan menjadi fokus institusi dalam menghadapi siklus evaluasi berikutnya. Penguatan publikasi internasional, intensifikasi pelatihan dosen dan tenaga kependidikan, serta keberlanjutan praktik baik pada empat sasaran yang memperoleh nilai sempurna, menjadi prioritas utama. Tahun 2025 sendiri akan diukur berdasarkan 187 Indikator Kinerja Utama (IKU) Rektor, mengingat renstra 2020–2024 telah dinyatakan selesai dan renstra baru menunggu pengesahan.

“Capaian 92,43 persen ini sangat membanggakan dan dapat dipertanggungjawabkan di Kementerian Agama. Kolaborasi tim dalam mencapai renstra sudah sangat efektif, dan kita berharap pada tahun mendatang capaian kita semakin baik,” tutupnya. (aen/mif)

di dalam Berita
Menuju National Excellence, Rektor IAIN Parepare Mendorong Persiapan Program Berdasarkan Temuan AMI