Skip ke Konten

Kisah Inspiratif Prof. Muliati, dari Ruang Kelas Sederhana Menuju Puncak Tertinggi Akademik

10 Februari 2026 oleh
Humas IAIN Parepare

Humas IAIN Parepare -Selasa (10/02/2026), menjadi hari bersejarah bagi Prof. Dr. Hj. Muliati, M.Ag. Di bawah sorot lampu Auditorium IAIN Parepare, perempuan kelahiran Sempang, Pinrang, ini resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Teologi Islam. Pencapaian ini bukan sekadar gelar akademik tertinggi, melainkan buah dari ketekunan luar biasa seorang anak desa yang bermimpi besar menembus keterbatasan.

Lahir sebagai anak kedelapan dari dua belas bersaudara, Muliati kecil tumbuh dalam keluarga Bugis yang religius dan sederhana. Masa kecilnya di SDN 112 Pinrang diwarnai dengan perjuangan fisik yang tidak ringan, ia harus menembus hujan dan terik matahari di atas sepeda demi hadir di sekolah. Nilai-nilai siri’ (harga diri) dan kejujuran yang ditanamkan orang tuanya menjadi kompas yang menuntunnya melewati setiap jenjang pendidikan, mulai dari PGA hingga meraih gelar Doktor pada tahun 2013.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Muliati membawa pesan mendalam tentang "Teologi Hijau" melalui dialektika konsep Sulapa Appa dan paradigma Tauhid. Ia mengingatkan bahwa krisis lingkungan saat ini adalah masalah spiritual yang memerlukan pendekatan religius. Baginya, manusia adalah khalifah atau pengelola bumi yang memegang amanah ilahi untuk menjaga keseimbangan alam, sebagaimana kearifan lokal masyarakat Ammatoa Ri Kajang yang ia teliti.

"Bumi dan isinya diciptakan untuk manusia, tetapi jika bumi marah, tidak ada yang bisa menghentikannya," ungkapnya mengutip kearifan lokal yang menekankan pentingnya hidup bersahaja atau Tallasa Kamase-masea. Melalui risetnya, Prof. Muliati membuktikan bahwa integrasi antara nilai-nilai Islam dan kearifan lokal dapat menjadi perisai bagi kelestarian ekosistem global.

Dedikasi Prof. Muliati tidak hanya terbatas pada riset. Selama puluhan tahun mengabdi, ia telah menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya X, XX, hingga XXX tahun dari Presiden Republik Indonesia. Di sela kesibukannya sebagai akademisi dan pejabat kampus, ia tetap aktif membina berbagai organisasi sosial dan keagamaan, menunjukkan wajah intelektual yang membumi dan peduli pada umat.

Rektor IAIN Parepare, Prof. Hannani, dalam sambutannya menyatakan bahwa pengukuhan ini adalah bukti nyata keberhasilan pembinaan karier dosen yang inklusif. Sosok Prof. Muliati menjadi inspirasi, terutama bagi dosen muda dan mahasiswa, bahwa latar belakang yang sederhana bukanlah penghalang untuk meraih martabat tinggi melalui ilmu pengetahuan.

Kini, sebagai seorang Profesor, Prof. Muliati memandang gelar tersebut sebagai amanah untuk terus membimbing generasi penerus dengan penuh empati. Perjalanan hidupnya dari ruang kelas sederhana di Pinrang hingga mimbar kehormatan Guru Besar adalah pesan kuat bahwa dengan integritas dan ketekunan, tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk digapai. (Irm/mif)

di dalam Berita
IAIN Parepare Kukuhkan 3 Guru Besar, Rektor: Bukti Tradisi Akademik Kita Luar Biasa