Skip ke Konten

KKN Nusantara 2026, IAIN Parepare Perkuat Sinergi dengan PTKIN se-Indonesia

13 Mei 2026 oleh
Humas IAIN Parepare
Humas IAIN Parepare — Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarajat (LPPM) Dr. Musmulyadi menghadiri rapat koordinasi hasil mapping wilayah Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara 2026 yang digelar di Gedung Rektorat UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Selasa (12/05/2026). Kegiatan ini menjadi langkah lanjutan dalam mematangkan persiapan pengabdian kolaboratif nasional yang melibatkan PTKIN se-Indonesia.

Rapat koordinasi tersebut merupakan tindak lanjut setelah panitia pelaksana sukses melakukan pemetaan wilayah pengabdian di kawasan Baduy, Provinsi Banten. Hasil pemetaan menjadi bahan utama pembahasan guna memastikan seluruh kebutuhan teknis dan nonteknis pelaksanaan KKN Nusantara dapat dipersiapkan secara optimal.

Dalam forum tersebut, hadir langsung Kepala Subdirektorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Litapdimas Diktis Kemenag RI, Dr. Nur Kafid. Turut hadir Wakil Rektor II UIN SMH Banten, Kepala Biro AUPK, Sekretaris LPPM, Ketua Koordinator KKN Nusantara, serta jajaran panitia lokal dari berbagai PTKIN di Indonesia.


Kepala Pusat Pengabdian IAIN Parepare, Dr. Musmulyadi, M.M., menyampaikan bahwa koordinasi lintas perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam menyukseskan program pengabdian nasional tersebut. Menurutnya, sinergi antarlembaga akan memperkuat kualitas pelaksanaan KKN sekaligus memperluas dampak pengabdian kepada masyarakat.

Ia menilai KKN Nusantara bukan sekadar program rutin mahasiswa, melainkan ruang kolaborasi strategis untuk mempertemukan keberagaman budaya, pemikiran, dan pengalaman mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia dalam satu misi pengabdian.

“Melalui KKN Nusantara, mahasiswa tidak hanya belajar hidup bersama masyarakat, tetapi juga belajar membangun kerja sama lintas budaya dan memperkuat nilai moderasi beragama di tengah masyarakat,” ungkap Dr. Musmulyadi.

Dalam arahannya, Dr. Nur Kafid menekankan pentingnya kesiapan aspek logistik dan transportasi peserta. Mengingat durasi pengabdian yang mencapai 40 hari, seluruh proses mobilisasi mahasiswa dari daerah asal menuju lokasi kegiatan harus dipersiapkan secara detail dan terkoordinasi.

“Kita harus memastikan teknis penjemputan dan pengantaran mahasiswa secara mendetail. Barang bawaan peserta yang banyak menuntut kesiapan armada yang memadai dari panitia lokal. Hal ini penting agar seluruh proses dapat dikoordinasikan dengan baik dan biaya transportasi dapat dipertanggungjawabkan secara transparan,” ujar Dr. Nur Kafid.

Selain persoalan transportasi, rapat juga membahas kesiapan lokasi pengabdian, kebutuhan akomodasi peserta, skema pembinaan mahasiswa, hingga pola koordinasi antara panitia pusat dan panitia lokal selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.

IAIN Parepare sendiri terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan KKN Nusantara 2026 sebagai bagian dari penguatan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Partisipasi aktif dalam forum koordinasi ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi mahasiswa IAIN Parepare dalam menghadirkan program pengabdian yang berdampak dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Kontributor : Nur Aeni K

Editor : Hayana

di dalam Berita
Tancap Gas! Rektor IAIN Parepare Hadiri Rakor PMB PTKIN 2026, Bahas Internasionalisasi