Humas IAIN Parepare --- Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf IAIN Parepare terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan studi mahasiswa melalui berbagai skema pembiayaan pendidikan. Pada tahun ini, peluang tersebut semakin terbuka lebar dengan hadirnya beragam program beasiswa dan bantuan pendidikan yang dapat diperoleh mahasiswa. Hal ini ditegaskan oleh Dr. Hj. Rusnaena, M.Ag., yang menilai bahwa dukungan pembiayaan tersebut menjadi bagian penting dalam mencetak lulusan profesional dan berdaya saing di bidang zakat dan wakaf.
Menurut Ketua Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf tersebut, dukungan dari berbagai pihak - baik dari lembaga zakat nasional maupun mitra institusi - menunjukkan adanya komitmen bersama dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) profesional di bidang pengelolaan zakat dan wakaf. “Ketersediaan beasiswa ini bukan hanya bantuan finansial, tetapi juga bentuk investasi dalam mencetak generasi pengelola zakat yang kompeten, amanah, dan berdaya saing,” paparnya saat dimintai keterangan, Selasa (17/2/2026).

Foto : Ketua Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Parepare, Dr. Hj. Rusnaena, M. Ag.
Dr. Hj. Rusnaena menjelaskan bahwa setiap tahun tersedia beasiswa riset dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) pusat dengan nominal sekitar Rp4 juta per mahasiswa khusus untuk mahasiswa Mazawa. Selain itu, terdapat pula Beasiswa Cendekia dari Baznas pusat, serta dukungan program bantuan Pendidikan / beasiswa dari Baznas daerah seperti Parepare, Barru, Enrekang, Sidrap, Wajo, Seppeng, Pinrang dll.
“Kuota beasiswa dari Baznas setiap tahun belum sepenuhnya terpenuhi. Ini peluang besar yang seharusnya bisa dimanfaatkan mahasiswa,” ujarnya.
Tidak hanya dari Baznas, IAIN Parepare juga menyediakan Beasiswa KIP dari pemerintah serta beasiswa dari berbagai mitra strategis seperti Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Yayasan Kalla, dan mitra lainnya. Seluruh skema bantuan pendidikan tersebut terbuka bagi mahasiswa Manajemen Zakat dan Wakaf sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain memperoleh kesempatan memperoleh beasiswa, lulusan Prodi Mazawa juga dinilai memiliki peluang kerja yang terbuka lebar. Hal tersebut diungkapkan Ketua Tim Humas IAIN Parepare, Dr. Suherman. Menurutnya Pertumbuhan lembaga zakat di Indonesia yang terus berkembang - baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota - membuka ruang karier yang besar bagi lulusan yang memiliki kompetensi manajerial dan pemahaman syariah yang kuat. Kondisi ini menjadikan Manajemen Zakat dan Wakaf sebagai salah satu program studi dengan relevansi tinggi terhadap kebutuhan zaman.
Dr. Suherman mengemukakan data bahwa jumlah Lembaga Amil Zakat di Indonesia mencapai ratusan. “Baznas yang dibentuk pemerintah di tingkat provinsi dan kabupaten / kota jumlahnya lebih 500 lembaga. Begitu pun LAZ yang dibentuk dan dikelola oleh Ormas Islam, jumlahnya mencapai ratusan dan terus tumbuh. Belum lagi bicara potensi zakat yang harus dikelola Baznas dan LAZ ini, jumlahnya lebih dari 400 trilyun per tahun 2025” papar Dr. Suherman yang juga pengajar mata kuliah Manajemen Zakat dan Wakaf.
Secara rasional, lanjutnya, pertumbuhan kelembagaan dan volume pengelolaan dana zakat yang semakin besar ini berbanding lurus dengan kebutuhan tenaga kerja yang kompeten. Lulusan Manajemen Zakat dan Wakaf (Mazawa) memiliki keunggulan karena dibekali kombinasi ilmu syariah dan manajerial, sehingga relevan dengan kebutuhan riil lembaga zakat dan filantropi Islam. Ekosistem zakat yang terus berkembang secara nasional dan didukung regulasi negara, peluang kerja bagi lulusan Mazawa terbuka luas, baik sebagai praktisi lembaga zakat, pengelola wakaf produktif, peneliti, konsultan filantropi Islam, maupun wirausaha sosial berbasis dana keagamaan.
Kontributor : Tasrif
Editor : Suherman