Skip ke Konten

Kultum Ramadan, Dr. Haramain Analogi Kehidupan dengan Games Role Playing Games

11 Maret 2026 oleh
Humas IAIN Parepare
Humas IAIN Parepare — Suasana Masjid Al-Wasilah IAIN Parepare pada Rabu (11/3/2026) siang terasa khusyuk ketika civitas akademika mengikuti kultum Ramadan yang rutin digelar selama bulan suci. Pada hari ke-20 Ramadan 1447 Hijriah tersebut, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Parepare, Dr. Muhammad Haramain, S.Sos.I., M.Sos.I., menyampaikan pesan reflektif dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

Dalam tausiyahnya, Haramain mengaitkan fenomena gim digital yang populer di kalangan mahasiswa dengan makna kehidupan dalam perspektif Islam. Ia mencontohkan games berjenis Role Playing Games (RPG) yang banyak dimainkan generasi muda, di mana pemain menjalankan misi, membangun karakter, dan mengumpulkan berbagai aset virtual.

Menurutnya, konsep permainan tersebut dapat menjadi perumpamaan untuk memahami hakikat kehidupan dunia yang bersifat sementara. Ia mengutip ayat Al-Qur’an yang menjelaskan bahwa kehidupan dunia tidak lebih dari permainan dan senda gurau, sementara kehidupan akhirat merupakan kehidupan yang sesungguhnya.

“Dalam games, pemain memiliki misi utama dan misi tambahan. Begitu juga dalam kehidupan. Misi utama manusia sudah jelas, yaitu beribadah kepada Allah,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia menjelaskan bahwa berbagai pencapaian duniawi seperti jabatan, kekayaan, dan popularitas kerap dipandang sebagai tujuan hidup. Padahal, hal-hal tersebut sejatinya hanyalah sarana yang dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan manfaat bagi orang lain.


Menurut Haramain, jabatan dapat menjadi jalan untuk membantu sesama, sementara harta dapat menjadi sarana berbagi melalui amal dan sedekah. Nilai dari pencapaian tersebut akan bermakna jika dapat dikonversi menjadi amal kebaikan yang memberi manfaat berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan bahwa kehidupan manusia di dunia bersifat sementara dan tidak ada yang mengetahui kapan ajal akan datang. Oleh karena itu, setiap orang perlu mempersiapkan bekal terbaik selama masih diberi kesempatan hidup.

Ia mengutip pesan bijak yang sering disampaikan dalam tradisi Islam bahwa manusia pada hakikatnya sedang “tertidur” dalam kehidupan dunia dan akan benar-benar tersadar ketika kematian tiba.
Melalui kultum tersebut, Haramain mengajak seluruh civitas akademika untuk memaknai kehidupan secara lebih mendalam dan menjadikan setiap aktivitas sebagai bagian dari ibadah.

Kultum Ramadan di Masjid Al-Wasilah IAIN Parepare sendiri menjadi agenda rutin yang diikuti dosen, pegawai, dan mahasiswa selama bulan Ramadan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat spiritualitas serta menghadirkan ruang refleksi keagamaan bagi warga kampus di tengah aktivitas akademik.

Penulis ​: Tasrif

Editor  ​: Suherman

di dalam Berita
Tim RPL Prodi Tadris IPS Laksanakan Coaching Clinic bagi Guru Peserta Program Peningkatan Kualifikasi Akademik