Skip ke Konten

Lima Tim Dosen IAIN Parepare Lolos Hibah Pengabdian Kementerian Kebudayaan

3 Mei 2026 oleh
Humas IAIN Parepare


Humas IAIN Parepare--Lima tim dosen dari IAIN Parepare berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan lolos sebagai penerima hibah pengabdian masyarakat melalui program Dana Indonesiana 2025. Bantuan hibah ini menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap peran perguruan tinggi dalam mengimplementasikan Tri Dharma, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat berbasis kebudayaan. Program strategis yang digagas oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia ini bertujuan memperkuat ekosistem kebudayaan nasional melalui skema pendanaan inklusif dan berkelanjutan, dengan tema “Pemajuan Kebudayaan yang Inklusif, Harmonis, dan Berkelanjutan.” Dengan pengelolaan dana abadi mencapai Rp5 triliun, hibah ini dirancang untuk memastikan keberlanjutan program sekaligus mendorong inovasi budaya di berbagai daerah.



Keberhasilan memperoleh hibah pengabdian ini diraih oleh empat tim kajian objek kebudayaan dari IAIN Parepare, yaitu tim Musmulyadi dkk, Suhartina dkk, Usman dkk, Rasyid dkk, serta Hasmiah Herawati dkk. Melalui skema hibah tersebut, keempat tim akan mengimplementasikan program pengabdian berbasis riset yang berfokus pada pelestarian dan pengembangan kebudayaan lokal. Kegiatan ini tidak hanya menempatkan dosen sebagai peneliti, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam menguatkan nilai-nilai kearifan lokal.

Dalam wawancara singkat, saat menggelar rapat tim pengabdian di ruang pertemuan cafe sobat, Kamis, (30/04/26), Musmulyadi menegaskan bahwa hibah pengabdian dari Dana Indonesiana ini menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi untuk lebih dekat dengan masyarakat. “Hibah ini bukan sekadar pendanaan, tetapi bentuk kepercayaan negara kepada akademisi untuk terlibat langsung dalam memajukan kebudayaan. Kami akan memaksimalkan program ini agar benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pendekatan partisipatif menjadi kunci utama, di mana masyarakat dilibatkan sebagai subjek utama dalam setiap tahapan kegiatan pengabdian.

Melalui hibah pengabdian ini, IAIN Parepare tidak hanya menunjukkan kapasitas akademiknya, tetapi juga mempertegas komitmennya dalam menjalankan fungsi sosial kampus. Program ini diharapkan mampu menghasilkan dampak berkelanjutan, baik dalam bentuk pelestarian budaya, pemberdayaan komunitas, maupun penguatan identitas lokal. Dengan demikian, keberhasilan ini tidak hanya menjadi capaian institusional, tetapi juga kontribusi konkret dalam mendukung agenda nasional pemajuan kebudayaan Indonesia.

Kontributor. : Nur Aeni K

Editor : Hayana

di dalam Berita
DEMA FUAD IAIN Parepare Tembus Pelosok Pinrang, Bawa Misi Pengabdian