Humas IAIN Parepare – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Parepare menggelar Seminar Hasil/Reviu Keluaran Penelitian Program Bantuan Penelitian Berbasis Standar Biaya Keluaran (SBK). Acara ini dilaksanakan secara hybrid pada, Senin (8/12/2025), bertempat di Perpustakaan Lantai 5 IAIN Parepare dan melalui aplikasi zoom meeting, dihadiri oleh Rektor IAIN Parepare, Ketua LPPM beserta jajarannya, para dosen peneliti, dan reviewer, menandai momentum penting untuk evaluasi dan strategi peningkatan mutu riset institusi di tengah tantangan efisiensi anggaran.
Ketua LPPM, Muhammad Haramain, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kepala Pusat Penelitian dan tim atas kerja keras mereka mengawal riset. Ia melaporkan bahwa pada akhir tahun 2024, terdapat 101 judul proposal yang masuk, dan setelah melalui seleksi administrasi, sebanyak 71 judul penelitian berhasil didanai melalui skema SBK dan akan diseminarkan pada hari tersebut.
“Alhamdulillah, di tahun efisiensi anggaran, semangat Bapak/Ibu para peneliti luar biasa dan sangat supportive," ujar Muhammad Haramain, menekankan bahwa hasil penelitian ini sangat berpengaruh terhadap akreditasi Program Studi (Prodi).
Dalam upaya meningkatkan visibilitas dan dampak riset, LPPM mencanangkan strategi baru. Muhammad Haramain mengumumkan bahwa setiap judul penelitian yang didanai akan didukung dengan pembuatan satu artikel research report (artikel populer) dan poster ilmiah. Langkah ini diambil agar hasil riset dosen tidak hanya tersimpan dalam jurnal, tetapi juga mudah diakses oleh masyarakat luas dan yang terpenting oleh asesor akreditasi, sebagai dukungan kuat bagi proses akreditasi Prodi dan institusi di masa depan.
Rektor IAIN Parepare, Prof. Hannani, secara resmi membuka acara sekaligus memberikan arahan strategis, menekankan perlunya orientasi riset yang bergeser ke ranah eksternal dan harus mampu berdampak nyata. Rektor menegaskan bahwa penelitian wajib menjadi rekomendasi kebijakan bagi pihak yang diteliti. Ia mendorong para dosen yang telah mencapai jabatan Lektor Kepala untuk mulai berkompetisi di tingkat eksternal, mengingat syarat kenaikan jabatan fungsional yang semakin sulit, diprediksi menuntut minimal tiga luaran terindeks Scopus.
Lebih lanjut, Rektor menyoroti bahwa fokus diskusi dan pengembangan institusi harus beralih pada Pendidikan dan Pengajaran Transformatif. Ia memperkenalkan model transformatif yang bertujuan merombak pola pikir dosen dan mahasiswa, mendorong mahasiswa agar secara sadar memiliki keinginan untuk merubah dirinya. “Ke depan penelitian itu syaratnya harus berdampak, diskusi-diskusi harus lebih fokus pada pendidikan dan pengajaran transformatif," tegas Rektor.
Selain fokus pada dampak dan transformasi, Prof. Hannani, juga menyinggung pentingnya kajian futuristik. Penelitian IAIN Parepare didorong agar mampu memprediksi masa depan organisasi atau entitas yang diteliti berdasarkan analisis data sosial, ekonomi, budaya, dan teknologi yang ada. Rektor IAIN Parepare mengharapkan LPPM untuk menyusun peta jalan (roadmap) penelitian satu tahunan bagi setiap dosen untuk memastikan riset menjadi lebih terarah dan berdampak.
Setelah penyampaian arahan strategis dari Rektor dan Ketua LPPM, acara dilanjutkan dengan sesi inti seminar hasil. Dalam sesi ini, para dosen peneliti mempresentasikan hasil riset mereka di hadapan para reviewer. Peran reviewer sangat vital dalam memberikan reviu kritis dan masukan konstruktif terkait metodologi, temuan, serta kesesuaian luaran riset. Hal ini bertujuan untuk menyempurnakan laporan akhir dan memastikan kualitas ilmiah riset IAIN Parepare agar hasil-hasil tersebut dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu dan masyarakat. (Irm/mif)