Skip ke Konten

Lulus Cumlaude IPK 4.00, Inilah Sosok Doktor Baru IAIN Parepare yang Menginspirasi

13 Maret 2026 oleh
Humas IAIN Parepare
Humas IAIN Parepare - Suasana haru menyelimuti Ruang Senat FBS Universitas Negeri Makassar (UNM) pada, Kamis (12/03/2026). Di hadapan dewan penguji, Suhartina, seorang perempuan yang dikenal gigih di dunia akademik, berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Promosi Doktor. Tidak hanya sekadar lulus, ia mencatatkan prestasi gemilang dengan masa studi singkat, 2 tahun 7 bulan, serta meraih IPK sempurna 4.00 dengan predikat Cumlaude. Pencapaian ini menjadi buah manis dari perjuangan panjang yang ia lalui di tengah tanggung jawab besar sebagai Kepala Pusat Publikasi dan Penerbitan LPPM IAIN Parepare.

Di balik senyum bahagianya, tersimpan cerita tentang keteguhan hati. Selain mengemban jabatan struktural, Suhartina juga aktif sebagai editor website IAIN Parepare. Kesibukan manajerial yang menguras waktu dan energi tidak menjadikannya abai terhadap studi. Justru, ia menjadikan kesibukannya sebagai ruang laboratorium untuk menguji gagasan-gagasannya. Banyak kolega yang mengaku takjub melihat bagaimana ia mampu membagi waktu antara mengawal publikasi dosen-dosen di kampusnya dan merampungkan riset doktoralnya dengan sangat presisi.
Dalam pemaparannya yang menyentuh, Suhartina menyoroti keresahannya terhadap fenomena komunikasi digital mahasiswa saat ini. Ia menjelaskan bahwa banyak mahasiswa mumpuni secara teknis bahasa, namun sering kali terjebak dalam narasi provokatif di ruang publik digital. Melalui disertasinya yang berjudul "Pengembangan Model Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Produktif Berbasis Multiliterasi Terintegrasi Moderasi Beragama", ia menawarkan solusi berupa "Model Moderasi". Model ini lahir untuk menjembatani antara kecakapan bahasa dan tanggung jawab etis-moral mahasiswa dalam berkomunikasi.

"Pembelajaran bahasa tidak boleh berhenti pada ketepatan struktur atau tata bahasa saja. Ia harus menjadi medium pembentukan karakter. Di PTKI, mahasiswa harus mampu menjadi agen moderasi yang memproduksi wacana damai, logis, dan toleran, terutama di era digital yang penuh dengan bias informasi," ujar Suhartina dengan nada suara yang bergetar penuh keyakinan di hadapan para penguji. Kalimat ini seakan menjadi penegas bahwa riset yang ia lakukan bukan sekadar untuk mengejar gelar, melainkan sebuah misi untuk memperbaiki kualitas komunikasi generasi mendatang.

Suhartina memperkenalkan enam sintaks operasional dalam modelnya, yaitu eksplorasi, formulasi, produksi, reviu dan revisi, transformasi, serta publikasi. Melalui alur ini, mahasiswa tidak hanya diajarkan cara menulis artikel opini atau berpidato, tetapi juga dilatih untuk melakukan filtrasi etis berdasarkan nilai-nilai moderasi beragama seperti toleransi dan antikekerasan. Hasil penelitiannya pun membuktikan bahwa model ini sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis dan berbicara mahasiswa sekaligus memperkuat sikap inklusif mereka.

Keberhasilan Suhartina meraih gelar Doktor dengan IPK 4.00 adalah bukti nyata bahwa dedikasi terhadap pengabdian dan pengembangan diri dapat berjalan beriringan. Promotor dan tim penguji memberikan apresiasi tinggi atas kebaruan risetnya yang mengintegrasikan multiliterasi dengan moderasi beragama sebagai orientasi etik. Suhartina telah membuktikan bahwa keterbatasan waktu bukanlah penghalang bagi mereka yang memiliki tekad kuat untuk memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan.

Ujian promosi doktor ini ditutup dengan sesi foto bersama dan ucapan selamat yang hangat dari keluarga serta rekan sejawat. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi UNM dan IAIN Parepare, tetapi juga bagi dunia akademik internasional, mengingat Jurnal Banco yang ia kawal pun baru saja meraih pengakuan prestisius, terindeks scopus. Suhartina kini resmi menyandang gelar Doktor, siap membawa misi literasi yang lebih luas dan moderat untuk bangsa.

Penulis : Irmawati

Editor : Mifda Hilmiyah

di dalam Berita
Jurnal Banco IAIN Parepare Tembus Scopus, Perkuat Reputasi Kampus dalam Publikasi Ilmiah Internasional