Humas IAIN Parepare--- Mahasiswa Program Studi Hukum Pidana Islam, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam IAIN Parepare, Anugrah Ramadhani, bersama Nuraliah selaku dosen Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Ushuluddin, Adab & Dakwah, berhasil menorehkan prestasi di kancah internasional. Karya ilmiah yang mereka susun berhasil lolos seleksi dalam sejumlah konferensi internasional bergengsi tahun 2026.
Dari lima konferensi yang diikuti, empat di antaranya berhasil meloloskan abstrak penelitian. Konferensi tersebut yakni Annual Meeting of the Korean College of Helicobacter and Upper Gastrointestinal Research (HUG 2026), HBP Surgery Week 2026 & the 64th Annual Congress of KAHBPS, Korean Society of Hematology (KSH) International Conference & 67th Annual Meeting (2026), The 46th Annual Meeting of the Korean Society of Nephrology (KSN 2026), serta International Pancreatobiliary Meeting (IPBM) 2026.
Namun demikian, hanya satu konferensi yang dapat diikuti melalui skema presentasi E-Poster, yaitu International Pancreatobiliary Meeting (IPBM) 2026. Hal ini disebabkan beberapa konferensi lainnya mewajibkan kehadiran peserta secara langsung.
Anugrah mengungkapkan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ini memberikan pengalaman berharga di tingkat internasional. “Kegiatan ini menurut saya sangat membantu dalam memperoleh pengalaman skala internasional dan sertifikat yang didapatkan semoga bisa menunjang kebutuhan saya ke depannya,” ujarnya saat diwawancarai Rabu (8/4/2026).
Ia juga menambahkan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu informasi lanjutan dari panitia The 46th Annual Meeting of the Korean Society of Nephrology (KSN 2026) terkait peluang travel grant yang dapat mendukung partisipasi mereka secara langsung dalam konferensi tersebut.
Pada konferensi IPBM 2026, mekanisme presentasi dilakukan melalui dua opsi, yakni presentasi lisan dan presentasi dalam bentuk poster. Anugrah bersama tim memilih format presentasi PowerPoint berbasis poster (E-Poster), di mana materi yang telah disusun dikirimkan dan ditampilkan tanpa pemaparan langsung selama kegiatan berlangsung.
Adapun karya ilmiah yang diangkat berjudul “Keterlambatan Diagnosis Kanker Pankreas dan Tanggung Jawab Hukum Dokter: Studi Perbandingan Indonesia–Amerika Serikat.” Penelitian ini membahas persoalan keterlambatan diagnosis kanker pankreas yang memiliki tingkat mortalitas tinggi, serta implikasi hukumnya terhadap tenaga medis.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan mendasar antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam menangani kasus tersebut. Di Indonesia, tanggung jawab hukum dokter lebih berfokus pada pelanggaran administratif dan kode etik berdasarkan Undang-Undang Kesehatan. Sementara itu, di Amerika Serikat, pendekatan hukum lebih menekankan pada konsep standard of care dan doktrin loss of chance, yang memungkinkan pasien menuntut ganti rugi atas hilangnya peluang kesembuhan.
Melalui penelitian ini, penulis menekankan pentingnya pengembangan regulasi di Indonesia guna menciptakan keseimbangan perlindungan hukum bagi pasien dan tenaga medis, khususnya dalam kasus medis yang kompleks seperti kanker pankreas.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa dan dosen IAIN Parepare mampu berkontribusi dalam forum akademik internasional serta membawa isu-isu strategis ke ranah global. (hyn)