Skip ke Konten

Menteri Agama RI Buka Kolaborasi Al-Azhar Mesir - PTKIN, Rektor IAIN Parepare: Peluang Akselerasi Mutu Akademik

23 Januari 2026 oleh
Humas IAIN Parepare

Humas IAIN Parepare --- Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar. M.A., mengungkapkan bahwa Indonesia akan memainkan peran strategis terutama, dalam bidang pendidikan dan pengembangan bahasa Arab.  Menurutnya, Al Azhar memberi sinyal positif atas kerja sama yang dijalin antara Indonesia dan Mesir.

“Al-Azhar sangat mendukung kerja sama antara kedua negara, bukan saja dari soal pendidikan, tapi berbagai macam kepentingan sebagai sesama negara mayoritas Muslim yang moderat,” ungkap Menag Prof. Nasaruddin Umar sepulang dari kunjungan kerja ke Mesir atas mandat Presiden Prabowo pada tanggal 22 Januari 2026 di Tangerang.

Menag menjelaskan bahwa Al Azhar siap memberikan asistensi kepada perguruan tinggi keagamaan di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Tujuannya, menguatkan kapasitas institusi  agar menghasilkan lulusan yang lebih kompeten.

“Al-Azhar bersedia untuk memberikan asistensi terhadap perguruan tinggi-perguruan tinggi, terutama perguruan tinggi negeri, UIN, IAIN, dan PTKIS untuk kendali mutu,” lanjutnya.

"Al-Azhar juga bersedia untuk mengirim dosen-dosen yang diperlukan oleh Indonesia, terutama Bahasa Arab dan juga 200 sampai 1000 tenaga ahli Bahasa Arab Mesir bersedia untuk datang ke Indonesia," sambungnya.

Dikatakan Menag, pada April 2026, Pemerintah Mesir berencana melakukan kunjungan ke Indonesia untuk penandatanganan MoU dan membahas lebih lanjut program-program strategis yang akan dijalin antara Indonesia dan Mesir. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat pendidikan tinggi Islam di Indonesia seiring dengan pengembangan pendidikan dan pembelajaran yang semakin relevan dengan kebutuhan zaman.


Apresiasi Internasional

Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar menambahkan, Indonesia mendapat apresiasi internasional setelah melakukan kunjungan ke Mesir. Dalam pertemuan dengan pemerintahan Mesir dan ulama-ulama dunia, Menag mendapatkan pengakuan bahwa Indonesia memiliki peran strategis dalam pengembangan sains dan teknologi, terutama dalam bidang Artificial Intelligence (AI), yang dinilai dapat menjadi kekuatan baru dalam peradaban dunia Islam.

Menag menyampaikan bahwa dalam pertemuan dengan Menteri Wakaf Mesir, Usamah Al-Sayyid Al-Azhari, dibahas bagaimana mengantisipasi perkembangan teknologi, khususnya AI, agar dapat menjadi alat untuk memperkuat peradaban, memberikan dampak positif bagi peradaban dunia Islam, bukan justru melemahkannya.

“Kita diminta untuk mengantisipasi perkembangan sains dan teknologi, terutama Artificial Intelligence, supaya itu bisa menjadi kekuatan untuk pengembangan peradaban kebudayaan. Bukan sebaliknya, justru akan memperlemah posisi peradaban yang substantif itu,” ungkap Menag.

Menag mengungkapkan bahwa Indonesia mendapatkan pengakuan penting dalam forum tersebut. “Indonesia disebut-sebut punya peran yang sangat strategis di masa akan datang,” ujarnya.

Ditambahkan Menag, banyak ulama besar dari berbagai negara memberikan apresiasi terhadap Indonesia sebagai negara yang dianggap paling aman dan strategis untuk mengembangkan sains dan teknologi peradaban modern. Menurut Menag, pengakuan ini sekaligus menantang Indonesia untuk menjadi epicentrum baru dalam pengembangan peradaban dunia Islam modern.

"Indonesia ini dituntut dan ditantang untuk menjadi epicentrum baru untuk sebuah pengembangan peradaban dunia Islam modern,” tegasnya.

Rektor Sambut Positif

Rektor IAIN Parepare, Prof. Dr. Hannani, M.Ag., menyambut positif langkah strategis yang ditempuh Menteri Agama RI dalam membuka kolaborasi internasional antara Indonesia dan Universitas Al-Azhar Kairo. Ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terbangunnya kerja sama yang dinilai akan memberikan dampak signifikan bagi penguatan kualitas perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Menteri Agama RI yang telah membuka jalan kolaborasi internasional ini. Kerja sama dengan Al-Azhar Kairo merupakan momentum penting untuk mengakselerasi mutu akademik perguruan tinggi keagamaan Islam di tanah air,” ujar Prof. Hannani saat dikonfirmasi, Jumat (23/1/2026).

Sebagai pimpinan PTKIN, Prof. Hannani menegaskan bahwa IAIN Parepare siap menyambut dan menerima dosen-dosen dari Al-Azhar Kairo Mesir, khususnya dalam bidang Bahasa Arab dan keilmuan keislaman strategis lainnya.

“IAIN Parepare pada prinsipnya sangat terbuka dan siap menerima dosen dari Al-Azhar Cairo Mesir. Ini adalah peluang besar untuk memperkuat kapasitas akademik, peningkatan kualitas pembelajaran, serta pengembangan atmosfer akademik yang lebih internasional,” tegasnya.

Menurut Prof. Hannani, kehadiran dosen Al-Azhar tidak hanya akan memperkaya kompetensi dosen dan mahasiswa, tetapi juga menjadi akselerator peningkatan mutu institusi dalam jangka panjang.

“Kami meyakini program ini akan mengakselerasi kualitas IAIN Parepare pada masa datang, baik dari sisi akademik, reputasi kelembagaan, maupun daya saing lulusan di tingkat nasional dan global,” pungkasnya.

 



Editor : Suherman

Sumber : Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag RI

di dalam Berita
Lima Mahasiswa IAIN Parepare Menerima Zakat Pendidikan dari YBM PLN UP3 Parepare