Humas IAIN Parepare --- Dalam upaya menjaga keberlangsungan informasi dan penyelamatan memori kolektif institusi, Ketua Tim Arsiparis IAIN Parepare, Azaliyatulhidayah, melakukan kunjungan kerja strategis ke Kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Jakarta pada tanggal 7 hingga 9 April 2026. Kunjungan ini difokuskan pada Bagian Alih Media dan Restorasi ANRI guna melakukan konsultasi teknis sekaligus eksekusi penyelamatan arsip berbasis magnetik.
Kedatangan delegasi IAIN Parepare disambut langsung oleh Ketua Tim Reproduksi dan Alih Media Arsip ANRI, Arie Suhendar, S.Kom. Dalam pertemuan tersebut, dipaparkan urgensi standarisasi proses digitalisasi bagi institusi pendidikan tinggi. Turut mendampingi, staf teknis Alih Media ANRI, Rudi Wibowo, yang memberikan eksplanasi mendalam mengenai alur kerja (workflow) alih media yang presisi— Proses dimulai dari tahap preprocessing fisik kaset, pembersihan pita magnetik, playback menggunakan perangkat terspesialisasi (bukan consumer deck), hingga recording dan encoding ke format digital berkualitas tinggi (seperti MKV untuk master arsip dan MP4 untuk akses publik).
Salah satu agenda krusial dalam kunjungan ini adalah proses alih media kaset VHS (Video Home System) legasi institusi yang berisi rekaman tahun 2004. Arsip audio-visual ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi karena merekam momentum penting transisi dan perkembangan akademik di IAIN Parepare lebih dari dua dekade silam.

Mengingat kaset VHS merupakan media magnetik yang sangat rentan terhadap degradasi fisik, jamur, serta risiko kehilangan data secara permanen (data loss), langkah penyelamatan ini menjadi prioritas utama. Kelangkaan perangkat pemutar (playback deck) yang mumpuni di wilayah Kota Parepare menjadi tantangan tersendiri. Laboratorium Alih Media ANRI, dengan infrastruktur teknologi terlengkap di Indonesia, menjadi solusi strategis untuk memastikan memori tahun 2004 tersebut dapat ditransformasikan ke dalam format digital tanpa kehilangan kualitas informasinya.
Keputusan untuk membawa aset ini ke ANRI adalah langkah konservasi yang paling bertanggung jawab secara metodologis. Keahlian dan teknologi di Bagian Alih Media ini menjamin bahwa setiap detail visual dan audio pada pita kaset dapat dipulihkan dengan akurasi maksimal. dan aman untuk memastikan rekaman warisan ini tidak hilang akibat degradasi media fisik.
"Langkah ini bukan sekadar urusan teknis administratif, melainkan upaya saintifik dalam merawat artefak sejarah institusi. Rekaman sejarah tahun 2004 adalah bagian dari identitas kami yang harus dipastikan tetap relevan dan dapat diakses oleh generasi mendatang di era big data," ujar Azaliyatulhidayah.
Kunjungan selama tiga hari ini diharapkan mampu memberikan wawasan baru bagi IAIN Parepare dalam pengelolaan arsip multimedia. Dengan keberhasilan alih media kaset VHS ini, IAIN Parepare semakin memperkokoh fondasi digitalisasi kampusnya, sekaligus memastikan komitmen IAIN Parepare dalam digitalisasi arsip institusi dan menjaga warisan sejarah untuk generasi mendatang.
Diharapkan, warisan dua puluh tahun silam ini menjadi langkah awal dari program preservasi berkelanjutan untuk arsip-arsip format legacy lainnya di lingkungan IAIN Parepare agar tetap terjaga dari ancaman kepunahan teknologi. (Az)