IAIN Parepare — Rektor IAIN Parepare, Prof. Dr. Hannani, M.Ag., hadir sebagai narasumber pada peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan Perwakilan Sulawesi Selatan yang berlangsung di gedung Perpustakaan IAIN Parepare, Sabtu (9/12/2025). Pada kesempatan tersebut, Prof. Hannani membawakan materi bertajuk “Membangun Kesadaran, Memperkuat Integritas, Menyongsong Masa Depan Gemilang.”
Dalam pemaparannya, Prof. Hannani menekankan bahwa HAKORDIA bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi momentum reflektif bagi seluruh elemen bangsa untuk kembali menguatkan komitmen memberantas korupsi. Korupsi, ujarnya, tidak hanya merusak ekonomi, tetapi juga menghancurkan pendidikan, menurunkan kepercayaan publik, dan mencederai sistem hukum.
“Ketika korupsi merajalela, yang hilang bukan hanya anggaran, tetapi juga masa depan generasi muda. Karena itu, kita harus membangun budaya integritas mulai dari diri sendiri,” tegasnya.
Indonesia Tanpa Korupsi: Masa Depan Lebih Cerah
Merujuk pada slide yang dipaparkannya, Prof. Hannani menggambarkan berbagai keuntungan yang akan dirasakan masyarakat jika Indonesia terbebas dari korupsi. Mulai dari pendidikan yang lebih maju, infrastruktur yang cepat dan berkualitas, penurunan drastis angka kemiskinan, hingga demokrasi yang semakin bermartabat.
Ia juga menekankan bahwa negara bebas korupsi akan melahirkan iklim ekonomi yang sehat, sistem kesehatan yang lebih baik, lingkungan yang terlindungi, serta reputasi bangsa yang dihargai dunia.
“Kemajuan sebuah negara bertumpu pada integritas. Bila korupsi diberantas, maka kecepatan pertumbuhan ekonomi dan kualitas kesejahteraan sosial akan meningkat pesat,” ujarnya.
Manfaat Indonesia Bersih Korupsi bagi Mahasiswa
Dalam konteks kampus dan mahasiswa, Prof. Hannani menegaskan bahwa generasi muda akan menjadi pihak paling diuntungkan jika negara bersih dari korupsi. Mahasiswa dapat menikmati pendidikan berkualitas dengan biaya terjangkau, fasilitas pembelajaran yang memadai, ruang inovasi yang luas, serta jaminan peluang kerja yang terbuka.
“Mahasiswa yang hidup dalam ekosistem bebas korupsi akan tumbuh menjadi generasi yang produktif, sehat, dan kompetitif,” tambahnya.
Ajakan Moral: Hidup Sederhana dan Menjauhi yang Haram
Pada bagian penutup, Prof. Hannani menyampaikan imbauan moral agar seluruh aparatur negara dan masyarakat termasuk mahasiswa membangun gaya hidup sederhana, tidak berlebih-lebihan, dan tidak tergoda mengambil sesuatu yang bukan haknya.
Ia juga mengutip sebuah hadis Nabi Muhammad SAW yang mengingatkan kerasnya bahaya memakan sesuatu yang berasal dari sumber haram. Beliau menegaskan:
“Setiap daging yang tumbuh dari barang haram, maka neraka lebih layak baginya.”
Prof. Hannani menegaskan bahwa pesan hadis tersebut adalah peringatan tegas bahwa harta haram, termasuk hasil korupsi, tidak hanya menimbulkan dampak buruk di dunia, tetapi juga membawa konsekuensi berat di akhirat.
“Karena itu, mari kita hidup sederhana, menjaga diri, menjaga keluarga kita dari makanan haram, dan menolak segala bentuk korupsi. Integritas dimulai dari apa yang kita makan dan bagaimana kita hidup,” tuturnya mengakhiri sesi.
Penulis : Suherman
Editor -