Skip ke Konten

Persiapan SPAN-UM PTKIN 2026, IAIN Parepare Maksimalkan Strategi Jemput Bola

13 Januari 2026 oleh
Humas IAIN Parepare
Humas IAIN Parepare – Panitia Lokal IAIN Parepare bergerak cepat menyambut kegiatan penerimaan mahasiswa baru dengan menggelar Rapat Perdana Koordinasi Seleksi Prestasi Akademik Nasional dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-UM PTKIN) 2026. Rapat yang berlangsung di Flyover pada, Selasa (13/01/2026) ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor I, H. Saepudin, didampingi Kepala Pusat Admisi dan Publik Relations sekaligus Ketua Panitia, Dirga Achmad. Pertemuan ini menjadi momentum awal untuk menyatukan persepsi seluruh tim panitia lokal dalam menghadapi persaingan seleksi nasional.

Ketua Panitia, Dirga Achmad, dalam pengantarnya menegaskan bahwa prioritas tahun ini adalah memastikan tidak ada kendala teknis pada tahap awal seleksi. “Kita akan fokus pada pengawalan pengisian PDSS di sekolah. Kami melihat bahwa pendataan PDSS penting untuk dilakukan pengawalan, maka tahun ini rencana strategi kami akan optimalkan, kita yang jemput bola,” tegas Dirga. Strategi ini diambil untuk memastikan data siswa terserap secara maksimal sejak dari pangkalan data sekolah.

Dirga juga mengevaluasi program pendampingan tahun sebelumnya yang menunjukkan hasil signifikan meskipun cakupannya masih terbatas. “Tahun lalu kita goes to school dan dilakukan pengawalan pendaftaran. Hasilnya optimal, semua yang didaftarkan sekolahnya di PDSS, itu mendaftar siswanya. Inilah yang kemudian akan kita optimalkan tahun ini,” tambahnya.

Selain pendampingan langsung, panitia berencana menerapkan strategi baru yang melibatkan garda terdepan data di sekolah. Dirga menyebutkan bahwa keterlibatan operator sekolah melalui bimbingan teknis (Bimtek) tidak bisa diabaikan begitu saja. “Tentu tidak bisa kita abaikan adalah kegiatan Bimtek pengisian PDSS yang melibatkan operator sekolah,” jelas Dirga di hadapan peserta rapat.

Merespons paparan teknis panitia, Wakil Rektor I, H. Saepudin, memberikan arahan agar persiapan nonteknis seperti alat peraga promosi dilakukan secara paralel. Ia menginginkan agar calon mahasiswa sudah mendapatkan informasi visual yang menarik sebelum tim terjun ke lapangan. “Untuk tahap awal kita akan maksimalkan dalam pengisian PDSS, secara bersamaan bahan sosialisasi harus dipersiapkan mulai dari update  Website, persiapan bahan video konten di medsos,” instruksi H. Saepudin.

Lebih lanjut, Saepudin menekankan pentingnya manajemen waktu yang ketat mengingat tahapan SPAN-UM PTKIN memiliki jadwal nasional yang tidak bisa ditawar. Ia meminta setiap koordinator bidang untuk segera menyusun rencana aksi. “Kita perlu memaksimalkan dari setiap bidang, perlu dirumuskan mulai dari sekarang time schedule-nya. Saya harap semuanya berpartisipasi aktif agar setiap tahapan berjalan sesuai rencana,” tuturnya.

Dengan semangat kerja kolektif, IAIN Parepare optimis dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas input mahasiswa baru melalui jalur SPAN dan UM-PTKIN tahun 2026. Pihak panitia berkomitmen untuk hadir tidak hanya sebagai penyelenggara, tetapi juga sebagai pendamping bagi sekolah dan calon mahasiswa. (irm/mif)
di dalam Berita
PBQ Ma’had Al-Jami’ah, Wujud Komitmen Penguatan Literasi Al-Qur’an