Skip ke Konten

Prof. Hannani Resmi Calonkan Diri Kembali sebagai Rektor IAIN Parepare Periode 2026-2030

9 Januari 2026 oleh
Humas IAIN Parepare
Humas IAIN Parepare– Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare periode 2022-2026, Prof. Dr. Hannani, resmi menyatakan kesiapannya untuk kembali memimpin institusi tersebut pada periode 2026-2030. Pernyataan ini disampaikan sebagai langkah untuk mengawal transisi besar institusi menuju Universitas Islam Negeri (UIN).

Dalam penyampaiannya yang berlangsung khidmat, Prof. Hannani menegaskan bahwa pencalonan ini didasari oleh semangat keberlanjutan atas capaian besar yang telah diraih selama empat tahun terakhir.

"Kepemimpinan bagi saya adalah tentang keberlanjutan dan keikhlasan dalam melayani. Kami ingin memastikan IAIN Parepare siap bertransformasi menjadi UIN AG Ambo Dalle dengan pondasi yang kokoh," ujar Prof. Hannani, Jumat (09/01/2026).

Di bawah kepemimpinan Prof. Hannani pada periode pertama, IAIN Parepare mencatatkan sejumlah prestasi krusial yang menjadi modal utama dalam pencalonannya kembali, di antaranya, Pertama, Akreditasi Unggul. Dalam kepemimpinannya, IAIN Parepare berhasil meraih akreditasi AIPT Unggul dan 15 Program Studi (Prodi) berstatus Unggul.



Kedua, Pengembangan Akademik. Kehadiran Prodi baru Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan persiapan pembukaan Program S3 (Doktor) yang kini tengah menunggu SK. Ketiga, Reputasi Nasional. Masuk dalam Top 10 Ranking Sinta dan menyabet predikat sebagai Kampus Islam Negeri Terbaik di Indonesia Timur. Keempat, Kinerja Organisasi. Meraih skor 3,5 pada Asta Protas Kemenag RI yang menunjukkan performa birokrasi yang sehat dan melayani.

Prof. Hannani juga mengungkapkan bahwa fokus utamanya ke depan adalah menuntaskan alih status menjadi UIN AG Abdurrahman Ambo Dalle. Saat ini, proposal alih status tersebut telah lolos verifikasi dokumen di Kementerian Agama RI. Selain itu, IAIN Parepare tengah menempuh penilaian Zona Integritas (WBK/WBBM) serta proses peralihan status menjadi Satker Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan demi pelayanan yang lebih fleksibel dan transparan.

"Predikat Unggul adalah buah kerja keras seluruh civitas academica. Namun, mempertahankan dan meningkatkan prestasi jauh lebih berat daripada meraihnya. Kita harus terus berjalan beriringan untuk kemajuan pendidikan Islam," jelasnya.

Melalui visi keberlanjutan ini, Prof. Hannani mengajak seluruh elemen kampus untuk tetap menjaga harmoni dalam mewujudkan transformasi institusi yang lebih berdampak bagi masyarakat luas. (aen/mif)

di dalam Berita
Merajut Keberagaman: Persiapan Program Harmonisasi Sosial Budaya Ragam Etnis Sulawesi Selatan