Humas IAIN Parepare - Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) IAIN Parepare menggelar kegiatan pendampingan tata kelola penjaminan mutu di Pondok Pesantren Ittihadiyah Tanreassona, Kabupaten Pinrang pada, Kamis (18/12/2025). Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap terbitnya Keputusan Menteri Agama (KMA) RI Nomor 127 Tahun 2025 mengenai Sistem Penjaminan Mutu Internal dan Eksternal Pendidikan Pesantren.
Rendahnya jumlah pondok pesantren di Wilayah Ajatappareng yang memiliki unit penjaminan mutu menjadi alasan utama Prodi MPI melaksanakan pendampingan tersebut. Selain memberikan pembekalan teknis, kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menjadikan Pondok Pesantren Ittihadiyah Tanreassona sebagai pesantren binaan serta laboratorium bagi mahasiswa MPI dalam mengimplementasikan tata kelola pendidikan Islam yang berkualitas.
Tim pengabdian masyarakat ini dipimpin langsung oleh Mardia yang juga menjabat sebagai Direktur Pondok Pesantren Ittihadiyah Tanreassona, didampingi oleh Nurleli Ramli sebagai anggota. Guna memberikan pengalaman lapangan, tim ini juga melibatkan dua mahasiswa semester 6 Prodi MPI, yakni Taskiyah Maulida dan Muh. Arfan, dalam seluruh proses pendampingan.
Dalam kesempatan tersebut, Mardia mengungkapkan rasa syukurnya atas terlaksananya kegiatan yang memberikan pencerahan bagi pengelola pondok tentang pentingnya standarisasi mutu. "Saya berharap kegiatan ini terus berlanjut sampai akhirnya pesantren memiliki dokumen sistem penjaminan mutu internal yang kita targetkan selesai pada tahun 2026 agar bisa dijadikan pedoman kerja. Keberhasilan ini tentu membutuhkan komitmen bersama," ujar Mardia.
Pihak pondok pesantren menyambut hangat inisiatif ini dan menganggapnya sebagai terobosan baru untuk meningkatkan level pendidikan pesantren. Nurmiyati Latami, selaku Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ittihadiyah Tanreassona, menyatakan bahwa pelatihan ini sangat menambah wawasan staf pengajar. "Kami berharap Prodi MPI tetap mendampingi kami dalam tata kelola pondok demi peningkatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan," ungkapnya.
Ketua Prodi MPI IAIN Parepare, A. Tien asmara palintan, turut memberikan apresiasi tinggi kepada tim pengabdi yang telah mencurahkan waktu dan pikiran untuk turun langsung ke lapangan. Kegiatan ini dipandang sebagai implementasi nyata dari kerja sama antara institusi pendidikan tinggi dan lembaga pesantren. Kontribusi akademik ini diharapkan mampu memperbaiki sistem manajerial di lembaga-lembaga pendidikan Islam secara luas.
"Kegiatan tersebut merupakan implementasi kerja sama dan harapannya bisa berdampak tidak hanya pada satu pondok pesantren akan tetapi lebih banyak lagi, sehingga kontribusi nyata aktivitas akademik mahasiswa dan dosen dapat dirasakan secara langsung terhadap perbaikan tata kelola lembaga pendidikan Islam," tutup A. Tien. (irm/mif)