Humas IAIN Parepare- Panggung Parepare Anniversary Expo 2026 di Lapangan Andi Makkasau menjadi saksi diskusi hangat tentang jati diri kota, Selasa (10/02/2026). Talkshow bertajuk "Sejarah Kota Parepare" yang menghadirkan salah satu dosen Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) IAIN Parepare, Selvy Anggriani Syarif, sebagai salah satu narasumber.
Dalam diskusi tersebut, Selvy memaparkan kembali esensi risetnya mengenai bagaimana anak muda memaknai ruang publik di Parepare. Diskusi ini menjadi semakin dinamis saat dikolaborasikan dengan tiga sudut pandang penting, diantaranya Selvy Anggriani membahas dari sisi Sosiologi Ruang, Muhammad Ibrahim dari Perspektif Akar Sejarah dan Ilham Mustamin dari sisi Gerakan Literasi.
Berbicara di hadapan pengunjung expo, Selvy mengapresiasi ketersediaan ruang publik di Parepare yang secara kuantitas terus meningkat. Namun, ia memberikan catatan kritis bahwa ruang seperti lapangan dan area publik lainnya tidak boleh hanya terjebak pada fungsi komersial dan rekreasi semata. "Secara jumlah, ruang publik kita sudah banyak. Namun, tantangannya bagaimana menyediakan fasilitas yang memadai agara ruang ini benar-benar fugnsional secara sosial, bukan sekadar tempat transaksi ekonomi," ungkap Selvy.


Ia juga mendorong agar pembangunan kota selaras dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SGDs), di mana aspek sosial dan kebutuhan lingkungan menjadi prioritas utama.
Selvy juga mengungkapkan bahwa anak muda Parepare memiliki potensi kreativitas yang luar biasa dan kesadaran politik yang tinggi. Mereka membutuhkan ruang publik yang mampu menjadi "wadah ide", tempat di mana gagasan dan inovasi bisa didiskusikan secara terbuka.
Sebagai kota strategis di lintas Sulawesi, Parepare memerlukan narasi kuat yang melibatkan masyarakatnya. Selvy menekankan bahwa melibatkan anak muda dalam pengelolaan narasi kota adalah kunci agar setiap acara besar, termasuk expo hari ini, memiliki nilai emosional di mata warga. "Jika kita ingin setiap fasilitas publik memiliki nyawa, maka anak muda harus dilibatkan. Kita ingin masyarakat bangga menjadi bagian dari Kota Parepare karena mereka merasa memiliki ruang untuk berekspresi,” tutur Selvy.
Pertemuan ketiga narasumber ini menghasilkan satu kesimpulan penting, identitas Parepare di masa depan sangat bergantung pada bagaimana kota ini mengelola ruang publik, merawat sejarah, dan menghidupkan budaya literasi secara berkelanjutan.
Penulis: Nur Aeni
Editor: Mifda Hilmiyah