Skip ke Konten

Seminar Proposal Penelitian Program Bantuan Penelitian Berbasis SBK 2026 di IAIN Parepare

9 Maret 2026 oleh
Humas IAIN Parepare
HUMAS IAIN Parepare — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Parepare menggelar Seminar Proposal Penelitian Program Bantuan Penelitian Berbasis Standar Biaya Keluaran (SBK) Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung secara daring pada Senin–Selasa, 9–10 Maret 2026, dengan melibatkan 64 peneliti yang telah lolos seleksi administrasi.

Seminar proposal ini menjadi bagian dari upaya IAIN Parepare dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas penelitian dosen. Sejumlah reviewer eksternal dari berbagai perguruan tinggi turut dilibatkan untuk memberikan penilaian dan masukan terhadap proposal yang diajukan.

Para reviewer yang hadir antara lain Prof. Dr. Mashuri Masri, S.Si., M.Kes. dan Dr. H. Abdul Syatar, Lc., M.H.I. dari UIN Alauddin Makassar; Prof. Dr. Muhaemin, S.Pd.I., M.Pd. dari UIN Palopo; Mukrimin, Grad. Dipl., MA Gov., Ph.D dari IAIN Sultan Amai Gorontalo; Prof. Dr. Fahmi Gunawan, S.S., M.Hum. dan Dr. Abdul Muiz Amir, M.Th.I dari IAIN Kendari; serta Prof. Dr. Abdulahanaa, S.Ag., M.H.I. dan Prof. Dr. Nur Paikah, S.H., M.Hum. dari IAIN Bone.

Ketua LP2M IAIN Parepare, Dr. Muhammad Haramain, menyampaikan apresiasi kepada Rektor IAIN Parepare atas dukungan yang terus diberikan dalam penguatan budaya penelitian di lingkungan kampus. 

“Kami sangat mengapresiasi perhatian pimpinan terhadap pengembangan penelitian dosen. Penelitian merupakan salah satu pilar penting dalam pengembangan akademik di IAIN Parepare,” ujarnya.

Seminar proposal ini secara resmi dibuka oleh Rektor IAIN Parepare, Prof. Hannani. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi ruang produksi ilmu pengetahuan melalui penelitian yang serius dan berkualitas.

“Kampus kita harus memproduksi ilmu. Penelitian tidak hanya bermanfaat bagi kepentingan internal, tetapi juga harus menjadi rujukan bagi akademisi di luar kampus. Salah satu indikator penting penelitian berkualitas adalah data yang valid, sehingga peneliti perlu melakukan verifikasi dan pendalaman data secara serius di lapangan,” jelasnya.

Rektor juga berharap penelitian dosen semakin beragam, lintas disiplin, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Nur Paikah menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen IAIN Parepare yang secara konsisten melibatkan reviewer eksternal dalam proses penilaian proposal penelitian.

“Kami sangat menghargai sinergi yang terbangun antara IAIN Parepare dan para reviewer eksternal. Kami merasa terhormat dapat dipercaya untuk memberikan penilaian terhadap proposal penelitian para dosen di sini,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Mashuri Masri menekankan pentingnya hasil penelitian agar tidak berhenti pada laporan akademik semata, tetapi juga dapat disampaikan kepada masyarakat dalam bentuk yang lebih mudah dipahami.

“Hasil penelitian bisa disampaikan kepada masyarakat melalui berbagai media, termasuk ceramah atau khutbah. Penelitian tidak harus selalu membutuhkan biaya besar, tetapi yang penting adalah bagaimana hasilnya bisa memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Mahasiswa juga sebaiknya dilibatkan sebagai mitra dalam proses penelitian,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, IAIN Parepare berharap para peneliti dapat terus meningkatkan kualitas riset, memperkuat budaya akademik, serta menghasilkan penelitian yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kemaslahatan masyarakat. (fzs/tin)

di dalam Berita
Mahasiswa BCB IAIN Parepare Gelar Pesantren 1000 Cahaya Ramadan