Skip ke Konten

Setelah 18 Tahun Mengabdi, Ismail Selle yang Terhormat dari IAIN Parepare Diangkat sebagai PPPK

29 November 2025 oleh
Humas IAIN Parepare
Humas IAIN Parepare - Ada kisah kesabaran dan ketulusan yang terukir di balik setiap embusan angin yang melewati gerbang Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare. Selama 18 tahun, gerbang kokoh itu adalah saksi bisu pengabdian seorang pria sederhana, Ismail Selle (49 tahun), yang setia berdiri di sana, tak peduli terik atau dingin, dalam balutan seragam Satuan Pengamanan (Satpam).

Bagi pria asal Pinrang, ayah dari tiga anak ini, 18 tahun adalah perjalanan yang panjang. Selama 16 tahun ia menjadi satpam, dan 2 tahun terakhir ia bertugas sebagai tenaga honorer bagian administrasi. Honorer, sebuah kata yang sering kali berarti penghasilan minim dan ketidakpastian.

Namun, pengabdian yang tak pernah mengeluh itu akhirnya berbuah manis. Pada hari, Kamis (27/11/2025), penantian panjang itu berakhir. Ismail Selle secara resmi dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Optimalisasi.

"Alhamdulillah, saya merasa bahagia dan bersyukur. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak telah memberikan kesempatan menjadi ASN," ucap ismail dengan penuh rasa syukur yang mendalam.

Ismail mengakui bahwa awal pengabdiannya diwarnai ujian berat. Gaji yang diterima tergolong rendah, sebuah tantangan besar bagi seorang kepala keluarga. Namun, ia memiliki 'jangkar' yang jauh lebih kuat daripada imbalan materi.

"Meski gaji rendah, tapi kalau kita syukuri, insyaallah bisa dilewati," tuturnya, kalimat sederhana yang menyimpan kedalaman makna tentang penerimaan dan tawakal.

Suasana kekeluargaan yang hangat dan lingkungan kerja yang suportif di IAIN Parepare menjadi benteng utamanya untuk bertahan. Kisah Ismail Selle mengajarkan kita bahwa kesetiaan dan ketulusan hati yang dibingkai rasa syukur akan selalu menemukan jalannya menuju takdir terbaik.

Transisi dari satpam yang menghadapi beragam watak civitas academica di lapangan, menuju meja administrasi yang menuntut ketelitian, nyatanya tidak membuatnya gentar. Alasannya? Jauh sebelum dilantik, Ismail sudah menunjukkan inisiatif luar biasa.

Ia tak pernah membatasi diri hanya pada tugas keamanan. Ia secara proaktif mengelola administrasi tim satpam, bahkan membuat pola administrasi timnya sendiri, baik digital maupun manual. Ia selalu mengasah diri, membuktikan bahwa seorang pekerja sejati adalah ia yang selalu siap melangkah ke peran yang lebih besar.

Filosofi kerjanya sangat sederhana, profesional, mengasah diri, dan mengalir saja. "Saya hanya berusaha bagaimana melaksanakan tugas, fungsi, dan peranan saya di dalam kampus, ketika kita mencintai pekerjaan itu, kemudian kita bekerja, mengalir saja. Tidak usah terlalu banyak hal yang kita pikirkan,” tuturnya penuh semangat.

Di momen kebahagiaannya, Ismail meninggalkan pesan yang sangat mengharukan dan mendalam tentang makna pertanggungjawaban spiritual atas pekerjaan.

Ia mengingatkan rekan-rekan kerjanya bahwa setiap amanah yang diemban memiliki bobot yang serius, melampaui urusan duniawi.

"Apapun pekerjaan kita, tetap jalankan pekerjaan itu dengan sungguh-sungguh penuh dengan tanggung jawab, karena amanah yang diberikan kepada kita bukan hanya dipertanggungjawabkan di dunia ini, tetapi akan kita pertanggungjawabkan di akhirat nantinya," tegasnya.

Kisah Ismail Selle adalah warisan inspiratif bagi kita semua. Ini adalah bukti bahwa loyalitas tulus yang dilandasi semangat belajar dan hati yang bersyukur adalah kunci yang membuka pintu keberkahan dan pengakuan yang layak didapatkan. (Irm/mif)

di dalam Berita
Dekan FEBI IAIN Parepare Mempersembahkan Inovasi Pariwisata Cerdas di Mataram