Skip ke Konten

Suhartina Laksanakan Pengabdian Masyarakat: Inventarisasi Sastra Lisan Bahasa Konjo Didukung Dana Indonesiana 2025

4 Maret 2026 oleh
Humas IAIN Parepare
Humas  IAIN Parepare— Dosen IAIN Parepare, Suhartina, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk Inventarisasi dan Dokumentasi Sastra Lisan Bahasa Konjo sebagai Upaya Pelestarian Budaya Takbenda Sulawesi Selatan pada 26 Februari hingga 1 Maret 2026 untuk tahap pengumpulan data lapangan. Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan ini akan berlangsung hingga Oktober 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah penutur Bahasa Konjo di Kabupaten Bulukumba, meliputi Kecamatan Bontobahari, Bontotiro, Kajang, Herlang, dan kawasan Bira.

Program ini memperoleh pembiayaan melalui Dana Indonesiana Tahun 2025, skema pendanaan kebudayaan yang dikelola oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia untuk mendukung pemajuan kebudayaan nasional. Dukungan tersebut memungkinkan proses inventarisasi dan dokumentasi dilakukan secara sistematis, terukur, dan berorientasi pada luaran yang konkret.

Dalam pelaksanaannya, Suhartina mendokumentasikan berbagai bentuk sastra lisan Bahasa Konjo, seperti cerita rakyat, mantra, ungkapan tradisional, dan nyanyian adat yang masih hidup dalam praktik masyarakat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan tokoh adat dan penutur senior, serta perekaman audio-visual sebagai bagian dari arsip budaya.

Adapun luaran dari kegiatan ini meliputi 27 video dokumentasi sastra lisan, 1 buku inventarisasi sastra lisan Bahasa Konjo, 2 buku cerita anak berbasis kearifan lokal Konjo, serta 1 artikel ilmiah yang ditargetkan terbit pada jurnal terindeks SINTA 2. Buku cerita anak dan buku inventarisasi sastra lisan tersebut akan dibagikan ke 5 sekolah dasar di daerah pengguna Bahasa Konjo, perpustakaan daerah, serta perpustakaan wilayah sebagai bentuk penguatan literasi budaya sejak usia dini.
“ Video inventarisasi dan versi buku digital akan diunggah melalui website Rumah Kunang-Kunang, website komunitas literasi yang saya dirikan. Platform ini diharapkan menjadi ruang arsip sekaligus pusat pembelajaran terbuka bagi masyarakat yang ingin mengakses dan mempelajari sastra lisan Bahasa Konjo secara lebih luas.”

Ia menambahkan, “Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun ekosistem pelestarian yang tidak berhenti pada dokumentasi, tetapi juga pada diseminasi dan pemanfaatan berkelanjutan. Upaya ini sekaligus memperkuat komitmen pelestarian warisan budaya takbenda di Sulawesi Selatan melalui kolaborasi antara akademisi, komunitas, dan lembaga pendidikan.

Kontributor ​: Tasrif

Editor  ​: Suhartina 

di dalam Berita
Banyak yang Gagal Karena Ini! Wakil Rektor III IAIN Parepare Bongkar Mentalitas ‘Tunggu Sempurna’