Humas IAIN Parepare – Dinamika pendidikan anak usia dini yang terus berkembang menuntut pembaruan riset yang adaptif dan relevan dengan tantangan global. Menjawab kebutuhan tersebut, dua dosen Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) IAIN Parepare, Novita Ashari, M.Pd., dan Andi Tien Asmara Palintan, M.Pd., turut ambil bagian dalam Konferensi Internasional dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-VI PIAUD Tahun 2026 yang digelar di Malang pada 29 April 2026.
Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan akademisi dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi untuk membahas isu-isu krusial, mulai dari krisis lingkungan, percepatan teknologi, hingga perlindungan anak. Melalui pendekatan riset yang integratif dan transformatif, forum ini diharapkan mampu melahirkan gagasan yang berdampak nyata bagi pengembangan pendidikan anak usia dini di Indonesia.
Dalam simposium tersebut, integrasi pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) dengan nilai-nilai ekoteologi menjadi fokus utama. Pendekatan ini dinilai penting dalam membentuk kecakapan abad ke-21 pada anak usia dini, sekaligus menanamkan kesadaran ekologis sejak dini.
Keikutsertaan dosen IAIN Parepare dalam forum ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kontribusi institusi terhadap perumusan peta jalan (roadmap) riset PIAUD di tingkat nasional. Keterlibatan aktif dalam forum ilmiah semacam ini juga menunjukkan komitmen untuk terus beradaptasi dengan perkembangan keilmuan dan kebutuhan masyarakat.
Ketua Prodi PIAUD IAIN Parepare, Novita Ashari, M.Pd., menegaskan bahwa kolaborasi lintas disiplin menjadi kunci dalam menjawab tantangan global. “Riset PIAUD tidak bisa lagi berdiri sendiri dalam satu disiplin. Kolaborasi menjadi penting agar hasil penelitian tidak hanya kuat secara teoretis, tetapi juga aplikatif dalam menciptakan ruang belajar yang aman, inklusif, dan responsif terhadap perubahan zaman,” ujarnya.
Senada dengan itu, pihak panitia sekaligus perwakilan tuan rumah menyampaikan bahwa konferensi ini tidak hanya menjadi ruang diseminasi ilmiah, tetapi juga arena konsolidasi untuk merumuskan arah kebijakan nasional. Kehadiran akademisi dari berbagai daerah dinilai penting dalam memperkuat keberlanjutan dan relevansi riset PIAUD di masa depan.
Penulis: Taufiq Hidayat
Editor: Suhartina