Humas IAIN Parepare – Mengisi hari keenam Ramadan 1447 H/2026 M, Dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare, Ismail Latif, menyampaikan kultum inspiratif di Masjid Al Wasilah. Dalam ceramahnya, ia menegaskan bahwa kebersihan bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan indikator nyata kualitas iman seseorang. Menurutnya, perhatian terhadap kebersihan mencerminkan kesadaran spiritual yang mendalam.
Ismail Latif mengulas sisi ilmiah di balik sunah Rasulullah saw. saat memasuki kamar mandi, yakni mendahulukan kaki kiri ketika masuk dan kaki kanan saat keluar. Ia menjelaskan bahwa kebiasaan ini berkaitan dengan aspek medis, khususnya sistem pernapasan dan posisi jantung manusia yang cenderung berada di sebelah kiri dada. Kesalahan melangkah, menurutnya, berpotensi meningkatkan risiko menghirup gas berbahaya seperti karbon dioksida, terutama bagi individu dengan kondisi jantung lemah.
Pada bagian lain, ia memaparkan hikmah kesehatan dari anjuran Rasulullah untuk makan menggunakan tangan kanan setelah dicuci bersih. Ismail menjelaskan bahwa secara biologis, tangan kanan berperan dalam membantu proses pencernaan karena mengeluarkan enzim tertentu saat bersentuhan dengan makanan. Enzim ini berfungsi mempercepat pelarutan makanan sebelum dicerna tubuh.
Sebaliknya, tangan kiri memiliki fungsi biologis yang berbeda. Dalam konteks kebersihan dan istinja, tangan kiri berperan mengeluarkan enzim yang membantu membasmi kuman. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya memisahkan fungsi tangan kanan dan kiri, sebagaimana ajaran yang telah lama diwariskan dalam tradisi Islam.
Ismail Latif juga mengingatkan jemaah agar tidak berbicara saat makan. Ia menjelaskan bahwa secara anatomi, berbicara sambil makan dapat mengganggu mekanisme katup tenggorokan yang mengatur jalur makanan dan pernapasan, sehingga meningkatkan risiko tersedak yang membahayakan keselamatan.
Menutup kultumnya, Ismail mengajak seluruh jemaah untuk mengamalkan adab dan sunah nabi secara konsisten. Menurutnya, sunah tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga merupakan investasi kesehatan jangka panjang yang berdampak pada keselamatan dunia dan akhirat. (Irm/Tin)