Skip ke Konten

UPZ IAIN Parepare Salurkan Dana Zakat Pegawai untuk 54 Mahasiswa

4 Maret 2026 oleh
Humas IAIN Parepare
Humas IAIN Parepare – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) IAIN Parepare kembali menyalurkan bantuan dana pendidikan kepada 54 mahasiswa sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan studi mahasiswa kurang mampu.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Rektor IAIN Parepare bersama tim pengelola UPZ pada Selasa, (3-3-2026), di Ruang Rektor. Para penerima telah melalui proses seleksi dan verifikasi administratif secara ketat sebelum ditetapkan sebagai penerima manfaat.

Mahasiswa penerima bantuan merupakan mereka yang memenuhi kriteria delapan asnaf sesuai syariat Islam, dengan prioritas pada mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi. Mekanisme penentuan dilakukan melalui usulan dari masing-masing program studi untuk memastikan penerima benar-benar layak dan memiliki rekam jejak akademik yang baik, namun terkendala biaya pendidikan.

Ketua Tim Pengelola UPZ IAIN Parepare, Rusnaena, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan sistem validasi berlapis demi menjaga amanah para muzakki. Selain berdasarkan rekomendasi prodi, tim juga melakukan pengecekan melalui Sistem Informasi (Sisfo) kampus, termasuk data pekerjaan orang tua dan kondisi ekonomi mahasiswa.

“Kami berupaya agar bantuan ini tepat sasaran. Melalui validasi dari prodi dan sinkronisasi data Sisfo, kami dapat memastikan mahasiswa yang menerima benar-benar memenuhi kriteria kelayakan,” ujar Rusnaena.

Dana yang disalurkan merupakan hasil penghimpunan zakat pegawai di lingkungan IAIN Parepare. Tercatat 57 pegawai, baik dosen maupun tenaga kependidikan, secara rutin menunaikan zakat melalui UPZ. Partisipasi ini menjadi fondasi keberlanjutan program bantuan pendidikan bagi mahasiswa.

Rektor IAIN Parepare, Prof. Hannani, menyampaikan apresiasi atas konsistensi UPZ dalam mengelola dana zakat pegawai secara transparan dan akuntabel. Ia menegaskan bahwa zakat internal kampus merupakan wujud nyata solidaritas dan gotong royong civitas akademika.

“Saya berharap bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ini adalah amanah dari para dosen dan tenaga kependidikan yang ingin melihat mahasiswa tetap melanjutkan studi tanpa terhambat biaya. Jadikan ini motivasi untuk terus berprestasi,” ungkap Prof. Hannani.

Salah satu penerima bantuan, Abdul Basit, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pihak kampus. Sebagai mahasiswa yatim piatu, ia menyebut bantuan tersebut sangat membantu keberlangsungan pendidikannya.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada para dosen dan tendik yang telah membantu. Bantuan ini sangat berarti bagi saya untuk melanjutkan perkuliahan,” tuturnya. (Irm/Tin)

di dalam Berita
Suhartina Laksanakan Pengabdian Masyarakat: Inventarisasi Sastra Lisan Bahasa Konjo Didukung Dana Indonesiana 2025