Humas IAIN Parepare — Drs. M. Yasin Soumena, M.Pd sukses memoderatori kegiatan pemaparan dan pendalaman visi dan misi calon Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare yang berlangsung di Auditorium Gedung Laboratorium Terpadu, Selasa (3/2/2026). Agenda strategis ini merupakan bagian penting dari tahapan pemilihan Rektor IAIN Parepare periode 2026–2030 dan mendapat perhatian luas dari seluruh sivitas akademika.
Peran moderator dalam forum tersebut dinilai prestisius karena menjadi penentu kelancaran, ketertiban, serta kualitas diskusi gagasan para calon rektor. Penunjukan Yasin Soumena sebagai moderator merupakan hasil kesepakatan rapat senat, mengingat kapasitasnya sebagai anggota senat senior yang memiliki pengalaman panjang dalam tata kelola kelembagaan.
Seorang anggota senat menyebutkan bahwa amanah tersebut memiliki makna tersendiri. “Beliau dipercaya memoderatori forum penting ini karena integritas dan pengalamannya. Selain itu, ini juga menjadi salah satu momentum terakhir beliau menjelang masa purna bakti,” ungkapnya.

Foto : Yasin Soumena (tengah) saat menjadi moderator pemaparan Visi dan Misi Calon Rektor IAIN Parepare 2026-2030
Dengan mengenakan setelan jas hitam dan dasi putih, Yasin Soumena memandu jalannya pemaparan visi dan misi calon rektor secara tegas, sistematis, dan komunikatif. Ia mengatur alur diskusi dengan cermat serta memastikan setiap calon rektor mematuhi ketentuan dan aturan main yang telah ditetapkan. Dalam beberapa kesempatan, ia secara elegan mengingatkan apabila terdapat paparan yang dinilai keluar dari koridor yang disepakati.
Secara umum, kegiatan pemaparan visi dan misi calon rektor berlangsung lancar, tertib, dan sukses. Peran moderator yang efektif turut memastikan gagasan para calon rektor tersampaikan secara utuh dan dapat dipahami dengan baik oleh peserta forum.
Menutup rangkaian acara, Yasin Soumena menyampaikan pesan-pesan reflektif yang sarat nilai persaudaraan. Ia mengajak seluruh hadirin untuk tetap menjaga persatuan dan kebersamaan, terlepas dari dinamika dan perbedaan pandangan dalam proses pemilihan rektor.
“Kita boleh berbeda pendapat, tetapi jangan pernah berpisah dalam persaudaraan. IAIN Parepare ini adalah rumah kita bersama, dan tanggung jawab kita adalah menjaganya dengan kedewasaan,” ujar Yasin Soumena.
Dalam penutup pesannya, ia menyampaikan petuah khas Ambon yang menjadi prinsip hidupnya, “Katorang Samua Basudara, Ale Rasa Beta Rasa,” yang bermakna bahwa semua manusia adalah bersaudara dan harus saling merasakan satu sama lain. Ia menegaskan pentingnya empati, keadilan, dan tindakan nyata dalam kehidupan bersama.
“Peganglah prinsip, kasihanilah sesama, dan jangan menzalimi orang lain. Allah telah menentukan rezeki setiap manusia. Jangan menghambatnya, karena itu akan kembali kepada diri kita sendiri. Ingat, seleksi alam jauh lebih keras daripada seleksi manusia,” pungkasnya.
Yasin Soumena lahir di Negeri Lima, Ambon, pada 20 Maret 1961. Ia merupakan anak sulung dari lima bersaudara dan dikenal aktif dalam berbagai kegiatan. Selain akademisi dan anggota senat, ia pernah menjabat Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Di luar tugas kampus ia juga menjabat sebagai Ketua Kerukunan Basudara Maluku (KBM) Parepare.
Kontributor : Tasrif
Editor : Suherman